SLEMAN –Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sleman menangkap dukun palsu setelah menipu warga ratusan juta di Dusun Mlesen, Pondokrejo, Tempel. Kepada korban, tersangka Supriyadi,47 mengaku dapat mengambil harta karun dari dalam bumi.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban yang enggan disebutkan identitasnya ini, berkenalan dengan Supriyadi beberapa waktu lalu. Saat itu, tersangka menjanjikan kepada korban untuk menarik harta karu dari dalam tanah yang ada bawah rumah korban.

Korban yang tengah gelap mata terbujuk tawaran yang tidak logis dari sang dukun. Korban pun akhirnya memenuhi persyaratan yang diminta sang dukun. “Termasuk memberikan sejumlah uang kepada tersangka,” jelas Kasatreskrim Polres Sleman AKP Rony Are Setia kemarin (30/8).

Dalam aksi pertamanya, korban menyerahkan uang Rp 7 juta untuk keperluan ritual. Oleh, tersanga yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis elektronik ini, sebagian uang dibelikan perlengkapan ritual dan kuningan batangan. Nah, kuningan inilah digunakan oleh dukun untuk mengelabui korban.

Saat ritual, tersangka meminta kondisi ruangan dalam keadaan gelap. Kemudian, dengan membaca sejumlah mantra, dukun tersebut menggoyang-goyangkan kendi tanda prosesi ritual tengah berlansung. Dan benar saja, saat ritual selesai, di dalam kendi tersebut terdapat batangan berwarna kuning yang diakui sebagai emas. “Padahal kuningan itu dibeli dari Pasar Beringharjo,” jelas mantan Kasatresnarkoba Polres Sleman.

Belum puas dengan ‘hasil’ yang diraih, korban yang belum sadar tertipu kembali meminta kepada tersangka untuk mengangkat harta karun yang lebih besar. Merasa dibutuhkan, tersangka memanfaatkan korban dengan meminta uang yang lebih besar. “Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya Rp 162 juta dan itu disanggupi oleh korban,” kata Are.

Uang tersebut dijanjikan untuk memberi candu tengkorang kepala 7 dan 9 sebagai sarat ritual. Tersangka menjanjikan akan mengeluaran peti berisi emas dari dalam bumi. Namun setelah beberapa bulan ditunggu, peti yang diharapkan tak juga muncul. Karena mulai curiga, korban kemudian menagih janji kepada tersangka. Tak kehabisan akal, tersangka menyuruh korban menjual batangan yang dimiliki. “Saat dijual ternyata tidak laku karena batangan tersebut bukanlah emas,” jelasnya.

Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan peritiwa tersebut ke Polres Sleman. Dalam waktu cepat, tersangka berhasil dibekuk di kediamannya.

Dari hasil penyidikan aparat, ternyata uang tersebut habis digunakan oleh tersangka untuk berfoya-foya di tempat karaoke dan hiburan malam. “Uang tersebut digunakan untuk karaoke bersama perempuan pemandu karaoke,” katanya.

Sementara itu tersangka mengaku awalnya dimintai tolong oleh korban untuk menarik emas dari dalam rumah korban. Sebelumnya, dirinya juga pernah melakukan hal serupa kepada kerabat korban. “Yang sebelumnya saya dapat Rp 3 juta,” jelasnya.

Menurutnya, untuk meyakinkan korban dia belajar sendiri mantra-mantra tersebut. Kemudian, uang yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga foya-foya. (bhn/din/ong)

Breaking News