Songsong Kedaulatan Pangan, Dorong Penyuluh Jadi Agrosociopreneur

MAGELANG – Pemerintah pusat mendorong seluruh mahasiswa dan pelajar yang menimba ilmu di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kementerian Pertanian berperan aktif dalam menyukseskan program nasional kedaulatan pangan. Di antaranya, UPSUS PAJALE (Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai) dan gerakan SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam sambutan tertulis yang dibacakan Irjen Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan Ak MAcc Ca menyatakan, kedaulatan pangan negara merupakan hal yang strategis. Karena itu, setiap insane pertanian harus berupaya memaksimalkan setiap program yang telah direncanakan pemerintah. Salah satunya melalui program regenerasi petani yang didapat melalui program pendidikan vokasi.

Untuk itu Mentan mendorong setiap alumni Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang menggali potensi menjadi agrosociopreneur. Hal itu penting guna menciptakan generasi penerus petani yang handal. Terutama untuk mendukung cita-cita pemerintah dalam jangka menengah dan panjang. Yakni, menciptakan kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan, serta menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di 2045 mendatang.”Setiap alumni STPP harus berani berwirausaha dalam bidang pertanian, namun tak hanya mencari keuntungan semata dengan menggunakan pestisidan dan obat kimia secara berlebihan,” tuturnya dalam Wisuda Diploma IV Angkatan ke X TA 2016/2017 STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian di Jogjakarta, Rabu (23/8).

Setiap lulusan STPP diminta bisa menjadi Pembina para petani untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Dengan menjadi agrosociopreneur mereka diharapkan bisa menjadi jembatan dan turut andil menyukseskan program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Ketua STPP Magelang Ir Ali Rachman MSi menambahkan, lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pertanian terus didorong untuk menyiapan sumber daya manusia bidang pertanian yang mumpuni. Juga meningkatkan akses, pemerataan, mutu, dan relevansi penelitian terapan. Serta pengabdian masyarakat, sebagai kontribusi dalam pengembangan pembangunan pertanian.

“Menyukseskan program kedaulatan pangan merupakan tugas yang berat, sehingga dibutuhkan kerja sama dan sinergitas dari berbagai kalangan. Inilah yang harus dilakukan saudara-saudara bersama para petani,” pesan Ali kepada para wisudawan dan wisudawati.

Lebih lanjut Ali mengingatkan bahwa kesuksesan pembangunan pertanian dan kegiatan agrobisnis perdesaan menunggu partisipasi wisudawan dan wisudawati STPP Magelang. Terkait hal tersebut Ali berharap para alumni STPP bisa meminimalisasi produk impor. Batau bahkan menghentikannya. Sebaliknya, mereka harus bisa membuat produk dalam negeri memiliki nilai tambah dan daya saing secara global.Hal itu membutuhkan optimisme sebagai motivator terkuat dalam pembangunan. Sementara sumber daya alam yang tersedia masih sangat potensial untuk dioptimalkan.

Salah satu modal untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan petani adalah tersedianya SDM yang potensial. SDM yang kuat memiliki peran vital untuk mengoptimalkan lahan penghasil sumber pangan. Dengan begitu, setiap alumni STPP Magelang harus bisa memanfaatkan potensi potensi untuk mengubah kendala yang terjadi di lapangan menjadi sebuah peluang.

Ali berharap, para alumni bisa menjadi profil SDM profesional yang mandiri, berdaya saing, kreatif, dan inovatif dalam upaya mengatasi permasalahan di bidang usaha tani. “Tentu saja hal itu membutuhkan komitmen bersama untuk maju. Ini yang harus terus diperjuangkan. Insyaallah Tuhan selalu bersama kita,” tegas Ali.

Dalam kesempatan tersebut alumni STPP Magelang yang diwisuda sebanyak 51 orang. Terdiri atas 28 orang dari Jurusan Penyuluhan Pertanian dan 27 orang di Jurusan penyuluhan Peternakan. Mereka berasal dari beberapa daerah di Indonesia dengan latar belakang berbagai macam instansi.

Para wisudawan dan wisudawati mendapat gelar Sarjana Sains Terapan (S.ST) Program Diploma IV.
Adapun Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi diraih Arif Rahman Hakim dari Jurusan Penyuluhan Pertanian dengan nilai 3,85. Sedangkan nilai IPK tertinggi Jurusan Penyuluhan Peternakan disandang Eko Wahyudi, yakni 3,63.

Dengan tambahan 51 wisudawan-wisudawati tersebut, STPP Magelang telah meluluskan 687 mahasiswa Jurusan Penyuluhan Peternakan Program Diploma IV dan 619 mahasiswa Jurusan Penyuluhan Pertanian Program Diploma IV.

Di akhir sambutannya, Ali mengajak seluruh sivias akademika STPP Magelang mengapresiasi kerja keras para wisudawan dan wisudawati, mengingat padatnya kegiatan pembelajaran.
Kerja keras para wisudawan perlu diapresiasi mengingat padatnya kegiatan pembelajaran.

Suasana akademik yang mendukung serta dorongan kuat dari keluarga dan instansi pengirim, menurutnya, turut berkontribusi hingga mereka mampu menyelesaikan studi.(*/ady/yog/ong)

Breaking News