MUNGKID – Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang memberikan 5.000 bibit cabai untuk masyarakat. Mereka yang menerima terdiri dari 22 kelompok masyarakat berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang. Bahkan ada juga kelompok masyarakat dari wilayah Kota Magelang.

Penyerahan simbolis ini dari Kepala STPP Magelang Ali Rahman kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang Tanti Zaenal Arifin. Pada tahap I ini sebanyak 5.000 batang bibit cabai diberikan dari rencana target penanaman 25 ribu bibit di Jurusan Penyuluhan Peternakan Magelang dan 30 ribu bibit tanaman cabai di Jurusan Penyuluhan pertanian Jogjakarta. Gerakan Nasional Penanaman cabai (Gertam cabai) merupakan gerakan nasional menanam sayuran dan cabai dipekarangan rumah minimal sebanyak 5 bibit per keluarga. Sasarannya 60 juta rumah tangga keluarga.

“Tujuannya adalah menyediakan kebutuhan sayuran khususnya cabai. Sehingga kecukupan dan ketersediaan bahan sayuran, khususnya cabai tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan,” kata Ketua STPP Magelang Ali Rahman kemarin (18/7).

Gerakan menanam cabai di pekarangan ini akan membantu memberikan solusi terhadap permasalahan kecukupan kebutuhan sayuran keluarga. Khususnya cabai selama 7-8 bulan. Sekaligus membantu menekan angka inflasi harga cabai tersebut. Cabai merupakan penyumbang inflasi tertinggi dari 10 komoditas penting di Indonesia.

Ia menyatakan, pada tahun ini Kementerian Pertanian melalui STPP Magelang akan menyerahkan 55 ribu bibit cabai secara bertahap. Itu diberikan kepada rumah tangga di Kabupaten Magelang dan Mitra Binaan STPP Magelang di Wilayah Kabupaten Temanggung, Wonosobo dan Kabupaten Sleman Jogjakarta. Secara Nasional sampai saat ini kerja sama Gertam cabai dengan organisasi wanita telah dilaksanakan di 26 provinsi dan total bantuan bibit cabai yang didistribusikan telah mencapai 277.864 bibit. Bantuan bibit cabai tersebut diberikan melalui organisasi PKK, IWAPI, KPPI, Dharma Wanita dan lainnya.

Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman juga menghimbau ibu ibu untuk mengajak tetangga di kanan kirinya. Tujuannya untuk ikut mensukseskan program ini dengan cara menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing. Dengan demikian, permasalah cabai dapat diselesaikan dengan bantuan ibu-ibu.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang Tanti Zaenal Arifin menyampaikan bahwa, pada awal tahun ini, harga cabai mencapai sekitar Rp 135 ribu / kg. Melalui gerakan tanam cabai di rumah tangga ini bisa juga berfungsi penyumbat inflasi.

“Melalui gerakan menanam cabai, tidak usah membeli di pasar. Namun bisa langsung mengambil yang ditanam,” katanya.

Diharapkan, melalui program ini bisa terus berkesinambungan dan sasaran program bisa semakin luas. Ketahanan pangan pun bisa lebih mantap, terutama di kalangan rumah tangga.

“Mudah-mudahan ibu-ibu bisa merawat tanamannya dengan baik. Cabai bisa untuk kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.

Teknis budidaya pengendalian hama dan penyakit tanaman ini bisa dikakukan secara sederhana. Tanaman bisa dipupuk dengan jenis pupuk kandang dua sendok selama dua minggu. Jika memasuki masa panen, tidak harus menuggu umur cabai sampai tua sekali.

Namun, di saat sekitar 60 persen buah memasuki umur tua, bisa langsung dipanen. Jika ada hama yang menyerang, untuk mengatasi bisa menghubungi tenaga penyuluh. (ady/ong)

Breaking News