RADARJOGGJA.CO.ID – Laga PSS Sleman menjamu Persibat Batang di Maguwoharjo International Stadium (MIS) sore ini boleh disaksikan penonton. Kepastian tersebut didapat setelah Manajer Operasional PT PSS Rumadi mendapatkan jawaban dari pihak PSSI, kemarin (7/8)

“Iya betul, banding kami di-kabulkan. Baru saja dihubungi, dan SK hasil banding nanti me-nyusul karena komisi banding masih menyidangkan kasus lain-nya,” beber Rumadi kepada Radar Jogja melalui sambungan telepon.

Tak pelak keputusan tersebut disyukuri oleh manajemen Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman. Walaupun dengan waktu kurang lebih 24 jam harus mengurus segala sesuatunya. Itu termasuk rencananya mencetak sebanyak 27 ribu tiket. “Kami bersyukur walaupun harus jadi Bandung Bondowoso. Termasuk mencetak tiket dan memasang barcode,” tambahnya.

Rumadi menambahkan, se-belumnya pihak klub memohon dalam materi banding agar tetap bisa menggelar dua pertanding-an kandang dengan disaksikan penonton. Setelah dikabulkan, selain partai melawan Persibat, pertandingan melawan Persijap Jepara juga nantinya bisa disak-sikan oleh Sleman Fans.”Namun sanksi untuk partai away tetap. Malah menjadi tiga pertanding-an yaitu setelah sebelumnya ke Pekalongan, dilanjutkan dengan PSGC Ciamis dan Cilacap,” tuturnya.

Selain itu, rencana suporter un-tuk mengadakan nobar di Stadion Tridadi Sleman juga kemungkinan besar dibatalkan. Sebab suporter tentunya lebih memilih menonton langsung di stadion. “Suporter tim tamu juga datang, nanti kami tem-patkan di tribun biru. Jumlahnya mungkin ratusan orang,” bebernya.

Kemenangan PSS atas Persibat Batang sore ini akan memupus harapan Persibat Batang dan PSCS Cilacap mengejar poin Busari dkk. Kedua tim yang saat ini mengo-leksi 15 poin, hanya bisa maksimal meraih 27 poin dari empat pertandingan sisa. Sementara Super Elang Jawa saat ini mengemas 25 poin dari 10 pertandingan.

Hanya PSGC yang masih ada kesempatan melampaui PSS. Tapi dengan catatan PSS menghentikan penambahan poin di empat per-tandingan sisa. Plus, PSGC harus menang head-to-head atas PSS di Ciamis. Jika di Maguwoharjo lalu PSGC takluk 2-0, harus me-nang 3-0 atau lebih. Berat.

Namun dengan kondisi saat ini, belum membuat pelatih PSS Freddy Muli tenang. Ia bahkan belum mau bicara mengenai lolos 16 besar.”Jangan pikir du-lu untuk lolos 16 besar, tetapi pertandingan per pertandingan. Semua lawan semakin ke be-lakang semakin berat dan tam-pil habis-habisan,” ujarnya setelah uji coba lapangan.

PSS mempunyai dua tim antara inti dan pelapis yang gap kuali-tasnya tidak berbeda jauh di semua lini. Semuanya selalu siap dimainkan kapan saja. “Semua siap, hanya Jodi yang belum 100 persen. Kami juga harus mewaspadai strategi pelatih Persibat,” tuturnya.

Pelatih Persibat Daniel Roekito menurut Freddy adalah pelatih hebat yang kaya strategi. Bisa bertengger di peringkat ketiga tentu capaian yang tidak bisa diremehkan. “Kami harus main tenang dan sabar. Harus bisa mencari celah untuk mendapat kesempatan,” bebernya.

Daniel Roekito hanya bisa me-naikkan mental pemain agar bisa percaya diri. Sebab bebera-pa pilar adalah pemain muda lokal minim pengalaman. Semen-tara PSS menurutnya mempu nyai skuat hebat dan pengalaman.

“Tidak ada persiapan khusus, saya datang terlambat di tim ini. Sementara pemain dan pro-gram latihan sudah berjalan. Tapi target tetap harus menda-pat poin, setidaknya satu poin,” ungkapnya. (riz/din/ong)

Breaking News