RADARJOGJA.CO.ID – Kasi Penyeleng-garaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sleman Silvia Ro-setta memastikan Naja Tour belum memenuhi kewajiban-nya. Hal ini terkait pembatalan pemberangkatan puluhan ja-maah umrah oleh biro umrah yang berkantor di Mataram City Ngaglik Sleman tersebut.

Menurutnya, pemberangkatan ulang dan refund juga terkesan mengambang. Di sisi lain, biro umrah dan haji ini juga belum mengantongi izin resmi Kanwil Kemenag Sleman. Selama ini mereka hanya bermodal kon-sorsium haji khusus dari PT Diyosiba Jakarta.

“Sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) atau UU tidak ada kalimat konsorsium umrah, yang ada konsorsium haji khu-sus. Jadi memang ilegal status-nya. Kalau tidak salah ada se-kitar 80 calon jamaah yang gagal berangkat,” jelasnya ke-marin (4/8).

Silvia menegaskan Naja Tour melanggar PMA Nomor 18 Ta-hun 2015 tentang Penyeleng-gara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Ditegaskan pula dalam pasal 26 ayat 2 mengenai Tata Cara Pengenaan Sanksi bisa dijerat secara hukum. Sehingga jamaah yang merasa tertipu berhak untuk melaporkan ke pihak berwajib.

Kanwil Kemenag Sleman telah mengambil langkah lanjutan ke Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Keme-nag DIJ. Diawali dengan surat peringatan yang terbit akhir April lalu. Sayangnya hingga saat ini tetap belum ada keje-lasan dari penyelenggara.

“Calon jamaah ada juga yang takut melapor karena berang-gapan uang mereka tidak bisa kembali. Padahal mereka ber-hak untuk melapor karena di-rugikan. Tapi ada satu yang melapor atas nama Ignatius Didi,” ujarnya.

Meski begitu pihaknya tetap mengedepankan proses kekelu-argaan. Penyelenggara tetap diberi kesempatan untuk mengembalikan uang atau memberangkatkan. Kanwil Kemenag Sleman konsisten melakukan pendampingan dan mediasi. “Paling penting ada itikad baik dari bironya, meski proses pelaporan kasus tetap berjalan di Polres Sleman,” tegasnya.

Silvi juga mengingatkan agar warga tidak tergiur biaya um-rah murah. Masyarakat seti-daknya harus mengenali anjuran 5 Pasti Umrah, yakni pastikan legalitas travel, jad-wal pemberangkatan, tiket pesawat terbang pulang dan pergi, serta status penginapan dan visa. “Untuk biro travel yang berizin bisa dicek di website kami www.haji.ke-menag.go.id,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Sleman Rony Are membenarkan adanya pelaporan terkait Naja Tour. Hingga saat ini laporan sudah masuk tahap penyelidikan. Ha-nya saja pihak terlapor atau pengelola Naja Tour ada wa-cana ganti rugi.

Menurutnya tahapan ini harus ada komunikasi intens antara pihak travel dan calon jamaah. Dalam tahapan ini jika pemenu-han hak sudah terpenuhi tentu menjadi catatan tersendiri. “Kami kembalikan ke pelapor, kalau merasa hak sudah ter-penuhi maka kami anggap se-lesai. Kalau korban masih menuntut sampai persidangan tetap disidik sesuai prosedur,” tegasnya. (dwi/din/ong)

Bantul