RADARJOGJA.CO.ID – Pemain tim nasional (Timnas) U-16 dari Magelang, si kembar Bagus Kaffi Al Fikri dan Amiruddin Bagas Kaffi Ar Rizqi, belum mendapatkan sekolah untuk menuntut ilmu. Hingga saat ini belum ada sekolah yang me-nerimanya sebagai siswa. Pa-dahal, keduanya sudah mendaf-tarkan diri di SMAN 5 Kota Magelang beberapa waktu lalu.

Saat masa pendaftaran PPDB, keduanya tengah membela Indonesia dalam ajang Piala AFF di Thailand. Dengan de-mikian, waktu tidak memun-gkinkan mereka mengikuti proses PPDB 2017. Agar tetap bisa menuntut ilmu, orang tua si kembar pun mendatangi SMAN 5 Kota Magelang.

“Kedatangan ke SMAN 5 Kota Magelang ini untuk konfirmasi kelanjutan pendidikan,” kata Yuni Pujiistiono, ayah dari Bagus dan Bagas kemarin (4/8).

Yuni memberitahukan ke sekolah bahwa kedua anaknya mendapatkan surat rekomen-dasi dari PSSI. Intinya, surat itu ditujukan ke Menpora un-tuk ditindaklanjuti agar bisa menjadi bahan Dinas Pendi-dikan menerima dua siswa tersebut.

“Karena memang Bagus dan Bagas beberapa waktu bela-kangan tengah membela Tim Garuda Muda mengikuti Kom-petisi AFF di Thailand. Hara-pannya, semoga bisa diterima menjadi siswa di SMAN 5 Kota Magelang,” jelasnya.

Sebenarnya ada beberapa sekolah dari daerah lain yang menawarkan si kembar untuk menuntut ilmu di sana. Namun karena kecintaan terhadap dae-rahnya, si kembar ingin masuk sekolah di SMAN 5 Kota Mage-lang. Yuni pun berharap anaknya tidak mengalami kendala ter-kait dunia pendidikan.

“Saat saya datang ke sekolah, kepala sekolah mau konsul-tasi ke atasan. Sampai sekarang masih menunggu jawaban di-terima menjadi siswa atau tidak,” jelasnya.

Menurut Yuni, anaknya di-harapkan tidak hanya unggul dari segi prestasi olahraga semata. Tapi juga bisa unggul di bidang akademik. Dengan kemampuan akademik yang cukup, maka akan lebih mudah memahami instruksi dari pe-latih sepak bola.

Dengan alasan itu, ia sang-at berharap anaknya bisa diterima di SMAN 5 Kota Magelang.”Pendidikan jangan sampai menjadi kendala. Jika pemain cerdas, maka akan mudah memahami ara-han dari pelatih,” katanya.

Harapan agar kedua anaknya diterima di sekolah itu bukan tanpa alasan. Selama ini, si kembar juga sudah membela Timnas dan ikut mengharum-kan nama bangsa. Untuk itu, ia berharap agar anaknya tetap bisa menuntut ilmu.

“Visi misi saya tidak hanya untuk anak saya saja. Tapi di-harapkan bagi anak yang ber-prestasi agar bisa diberi perla-kuan khusus untuk tetap menuntut ilmu. Perlu diistime-wakan karena adanya sekolah khusus olahraga saja tidak cu-kup menampung banyaknya anak yang berprestasi,” jelasnya.

Mantan kades Pancuranmas, Secang, Kabupaten Magelang ini, akan terus berusaha agar anaknya bisa menimba ilmu. Ia juga sudah berkoordinasi dengan PSSI dan diminta melampirkan sejumlah pre-stasi yang dimiliki Bagas dan Bagus. Lampiran ini akan diteruskan ke Kemenpora agar bisa menjadi bahan se-kolah bisa menerima si kem-bar sebagai siswa.

“Ini merupakan dilema, an-tara mementingkan prestasi akademik dan prestasi olah-raga,” katanya.

Masuknya Bagas dan Bagus ke skuad Timnas ini bermula dari keduanya sejak kecil suka bermain bola. Pertan-dingan demi pertandingan terus ia ikuti. Hingga akhirnya masuk ke sekolah sepak bola dan ditarik untuk membela Timnas U-16.

Setelah membela Timas ke AFF, ia pun harus ketinggalan masa PPDB 2017. Baru setelah Piala AFF usai, Bagas dan Ba-gus baru mencari sekolah untuk menuntut ilmu.”Pokoknya saya pingin masuk ke SMAN 5,” kata Bagas di hadapan ayah-nya.(ady/laz/ong)

Breaking News