RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Masa penggilingan tebu pabrik gula Madubaru Madukismo telah dimulai. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat sekitar pabrik, masa itu ditandai dengan ritual Cembengan, yang juga dikenal dengan sebutan Tebu Manten.

Hanya, kali ini Nyai Manis tak lagi berpasangan dengan Kyai Tumpak. Dalam pesta “perni-kahan” tebu itu, Nyai Manis “diijabkan” dengan Kyai Sukro.

Yang menarik, nama sepasang temanten itu didasarkan pada hari dan pasaran dalam penang-galan Jawa. Sukro merujuk pada hari Jumat, sedangkan Manis istilah untuk pasaran Legi.

Sementara, pada tahun lalu Kyai Tumpak menjadi pasangan Nyai Manis karena Cembengan digelar pada hari Selasa. Siapapun itu, “akad nikah” sepasang tebu di Masjid An-Nuur di sisi timur pabrik menjadi awal peng gilingan tebu pabrik gula di Desa Tirto-nirmolo, Kasihan, Bantul.

Prosesi itulah yang terus di uri-uri warga setempat. “Jadi, se belum digiling sepasang pengantin tebu ini diijabkan dulu,” ungkap coordinator tradisi Cembengan Alex Khomsa di sela ritual Cem-bengan kemarin (21/4)

Setelah menjalani “akad nikah” Kyai Sukro dan Nyai Manis diarak menuju pabrik. Keduanya men-jadi cucuk lampah yang pertama kali dimasukkan dalam mesin penggilingan tebu.

Tradisi Cembengan mengandung makna filosofi agar produksi tanaman tebu di lahan petani tetap melimpah pada musim tanam berikutnya. “Semoga masa penggilingan tahun ini di-berikan kemudahan dan ke-lancaran,” harapnya.

Direktur PT Madubaru Madu-kismo KRT Madu Gondo Di-ningrat mengatakan, peng-gilingan tebu dimulai hari ini, Sabtu Legi (6/5). Proses peng-gilingan berlangsung selama 160 hari.

“Kapasitas giling perhari rata-rata 3.500 ton tebu per hari,” ujarnya.

Madu Gondo menyebut, total tebu yang akan digiling pada tahun ini sekitar 550 ribu ton. Tebu ini tidak hanya dari DIJ. Sebagian didatangkan dari be-berapa kabupaten di Jawa Tengah. Seperti Magelang, Temanggung, Purworejo, Kebumen, Sragen, dan Purbalingga. “Dari tebu rakyat kemitraan dan tebu rakyat man-diri,” ungkapnya.

Dengan asumsi rendemen rata-rata 7,15 persen, Madu Gondo memperkirakan jumlah total gula yang akan dihasilkan mencapai 39.325 ton. Ditambah raw sugar sebanyak 23.500 ton. Puluhan ribu ton gula ini bakal dialokasikan ke wilayah DIJ dan Jawa Tengah bagian selatan. (zam/yog/ong)

Bantul