Tersangka Pembunuhan di SMA TN,Terinspirasi Film Hero

RADARJOGJA.CO.ID – Satu-persatu fakta pembunuhan terhadap siswa kelas X SMA Taruna Nusantara Krisna Wahyu Nurachmad, 15 mulai terungkap, Tak hanya soal motif dari pelaku. Penyebab yang menuntut pelaku AMR, 16, tega dengan keji menancapkan sebilah pisau di leher korban pun diketahui.

Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Usdiyanto menjelaskan, tersangka ternyata sering menonton film dengan adegan kekerasan dan film-film hero. Sehingga pada akhirnya dia terobsesi ingin menjadi jagoan. “Ini yang pada akhirnya menginspirasi untuk melakukan tindakan itu,” jelasnya.

Dari inspirasi itulah, AMR terlihat dengan santai mempersiapkan aksi pembunuhannya tersebut. Ini terlihat dari proses rekonstruksi yang dipimpin Wadir Reskrim Polda Jateng AKBP Zain Dwi Nugroho ini dari Carrefour Artos Mall Magelang, tempat tersangka membeli pisau yang dipakai untuk membunuh Krisna. Kemudian dilanjut ke Barak G17 Kamar 2B Kompleks SMA TN, lokasi korban dibunuh.

Dalam reka ulang di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Magelang yang dimulai pukul 08.00 ini, dilakukan empat adegan. Mulai tersangka memilih dan membeli sebuah pisau sampai proses membayar di kasir Carrefour.

Selesai di lokasi pertama, rekonstruksi dilanjutkan di Kompleks SMA TN sebagai TKP utama terjadinya pembunuhan. Orang tua tersangka AMR juga turut menghadiri rekonstruksi ini. Di lokasi kedua, tersangka memperagakan 54 adegan.

Kepala Humas SMA Taruna Nusantara Cecep Iskandar mengatakan, 13 siswa dan dua pamong (guru) turut dilibatkan dalam reka ulang dengan status sebagai saksi. “Dari 13 siswa, empat di antaranya menjadi saksi saat rekonstruksi di Artos Mall,” ungkapnya.

Mengenai tersangka saat rekonstruksi, Cecep menyebut terlihat tenang saat melakukan setiap adegan. “Tersangka seperti tidak merasa menyesal saat memperagakan seluruh adegan yang dilakukan,” kata Cecep.

Tentang status AMR di SMA TN, Cecep mengatakan secara de facto tersangka sudah dikeluarkan dari sekolah unggulan dengan sistem asrama ini. Namun secara de jure masih dalam proses. “Dari sisi akademiknya sendiri pelaku juga kurang berprestasi dan berbeda dari siswa lain. Pelaku juga pendiam, suka melakukan pelanggaran kecil-kecil, susah disuruh ibadah, bahkan sampai perlu diciprati air untuk membangunkannya,” ungkapnya.

Wadir Reskrim Polda Jateng AKBP Zain Dwi Nugroho menjelaskan, total ada 78 adegan dalam reka ulang kasus pembunuhan berencana ini. “Jumlah adegan awalnya direncanakan ada 64, tetapi ternyata adagerakan-gerakan tambahan yang dilakukan tersangka sehingga menjadi 78,” jelasnya.

Saat melakukan adegan, perwira menengah polisi ini menyebuttersangka sangat kooperatif sehinggaprosesnya berjalan lancar. Selain orang tua yang dating dari Makassar, tersangka juga didampingi tim penasihat hukum. (cr2/eri)

Breaking News