RADARJOGJA.CO.ID – Prestasi jeblok setiap event multicabang seharusnya bisa menjadi pelajaran berharga. Salah satunya tak adanya cabang olahraga (cabor) penyumbang emas yang dipertandingkan. Kondisi ini berpeluang terulang di perhelatan Asian Games 2018 mendatang.

Meski menyandang status tuan rumah, salah satu cabor andalan panjat tebing juga terancam gagal dipertandingkan. Ini setelah muncul rencana pemangkasan sejumlah cabor dari awalnya 42 menjadi 36. “Masih belum 100 persen yakin sport climbing bisa dipertandingkan di Asian Games. Padahal cabor ini lini utama Indonesia mendapatkan medali. Karena kami punya atlet-atlet yang potensial merebut emas, terutama di nomor Speedy,” ungkap Ketua Satuan Pelakana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Achmad Sutjipto usai menghadiri peluncuran tim pelatnas panjat tebing Indonesia di Jogja, Sabtu (1/4).

Pengurangan cabor dalam Asian Games menurutnya setelah Indonesia mendapat masukan dari beberapa negara peserta dan organisasi olahraga internasional. Mereka meminta agar cabor yang dilombakan mengacu pada Olimpiade Rio de Jeneiro 2016 lalu, yaitu 28 cabor. Nah, sport climbing pada olimpiade sebelumnya belum dilombakan dan baru akan ditandingkan pada Olimpiade Tokyo 2020.

“Ada 5 cabor baru di olimpiade mendatang, salah satunya sport climbing. Kami masih berjuang agar cabor ini bisa masuk juga Asian Games. Pada saat negosiasi agar cabor favorit dan unggulan tetap bisa masuk, semua masih terbuka. Yang berpotensi medali diperjuangkan masuk, yang tidak berpotensi medali itu bisa jadi cabor yang tidak ditandingkan,” ungkapnya.

Menurut pensiunan jenderal bintang empat tersebut, dari enam cabor yang dikurangi, pihak Prima menetapkan sejumlah kriteria. Diantaranya tidak berpeluang mendapat medali, popularitasnya rendah, tidak punya internasional branding, federasi olahraganya tidak establisihed karena baru terbentuk serta cabor yang memerlukan fasilitas mahal.

“Panjat tebing tidak masuk kriteria tadi. Jadi kami berjuang habis-habisan agar tetap bisa masuk. Keputusannya akhir April ini ketika pihak Olimpiade Asia bertemu Wapres. Semoga pertemuan itu ada kepastian 36 cabor mana saja yang disetujui dan cabor unggulan Indonesia ada di sana,” beber mantan Kepala Staf Angkatan Laut tersebut.

Sebelumnya, skuat Pelatnas Panjat Tebing Indonesia proyeksi Asian Games 2018 resmi diluncurkan di Jogja. Pada tahap pertama ini pelatnas diikuti 15 atlet putra dan 15 putri untuk selanjutnya diciutkan menjadi 10 putra-putri. Satu atlet DIJ yang turut dalam tim pelatnas tersebut adalah Fitriyani dari nomor speed. “Bersyukur bisa dipanggil dalam tim, harapanya tentu bisa berjuang sebaik-baiknya untuk membawa nama Indonesia apalagi kami tampil sebagai tuan rumah,” tuturnya. (riz/eri)

Breaking News