RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ kembali mengembangkan wifi gratis. Langkah ini sebagai bentuk layanan kepada masyarakat. Termasuk upaya dalam menyokong dunia pariwisata, usaha, dan pendidikan di DIJ.

Per Maret besok akan ada 13 titik baru yang terpasang jaringan internet. Wifi ini dapat diakses oleh warga dan wisatawan secara gratis. Untuk mengaksesnya juga mudah. Sebab, warga tidak memerlukan password untuk bisa mengaksesnya. Hanya disclaimer yang menujukkan bahwa jaringan internet tersebut merupakan layanan milik Pemprov DIJ.

Kepala Bidang Pengembangan Layanan Teknologi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika DIJ Sugeng Wahyudi mengatakan, ada 13 titik wifi gratis bisa diakses pada Maret besok. Wifi gratis ini merupakan pengembangan dari 10 titik wifi gratis yang sudah dikembangkan dan dibangun sejak dua tahun lalu di kawasan Malioboro. Jadi totalnya ada sekitar 23 titik internet gratis yang bisa diakses.

“Wifi gratis ini memang kami sediakan bagi masyarakat sebagai penunjang dunia pariwisata, usaha, pendidikan, dan komunitas apapun yang bergiat di sekitar situ,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja di kantornya di Kompleks Kepatihan, kemarin (27/2).

Di sepanjang kawasan Malioboro dari Hotel Inna Garuda hingga Titik Nol Kilometer sudah terpasang wifi gratis yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam. Akses internet yang digelontor yakni 20 megabyte di 10 titik.

Dijelaskan, 13 titik itu yakni, tiga titik di Tugu hingga Angkringan Joss, satu titik di Taman Parkir Abu Bakar Ali. Kemudian empat titik di Alun-Alun Utara, dua titik di Alun-Alun Kidul. Serta tiga titik di kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) Gunungkidul.

Dikatakan, anggaran untuk 13 titik baru wifi gratis tersebut menggunakan alokasi dari dana keistimewaan (danais) yang mencapai sekitar Rp 830 juta. Mulai dari perangkat, infrastruktur hingga perawatan untuk 10 bulan ke depan.

“Saat ini sedang proses penunjukan. Bagaimana teknologinya, mereka yang akan mengurus sesuai spek yang kami berikan dengan bandwidth 100 megabyte yang dibagi di 13 titik itu,” jelasnya.

Di portal awal Pemprov DIJ juga memberikan peringatan untuk mengakses internet secara bijak untuk hal-hal positif. “Harapannya, PKL bisa memanfaatkan untuk menunjang dagangannya,” harapnya.

Tak hanya untuk PKL, komunitas yang ada di sekitar lokasi wifi juga semakin hidup dengan adanya fasilitas internet gratis ini. “D Tahura misalnya, kan banyak aktivitas dan komunitas di situ. Jadi kami pasang di titik-titik yang memang penggunanya ada dan sesuai kebutuhan di sana,” ujarnya. (dya/ila/ong)

Breaking News