RADARJOGJA.CO.ID-Peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-270 benar-benar istimewa. Pada peringatan kali ini, Raja Keraton Jogja Hamengku Bawono Ka-10 yang biasanya mewakilkan untuk memberikan amanat, datang langsung minggu (26/2) malam. Ia pun menyampaikan kembali peran dan tanggung jawab Keraton Jogja.

Salah satunya, sikap tasamuh dan tabayun yang akan dilakukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Sikap tersebut diperlukan dalam penyelesaian persoalan baik di internal Keraton Jogja maupun di masyarakat. “Karena sejarah mengajarkan kebesaran bangsa Indonesia maupun Keraton Jogja tidak hanya dari catatan kejayaan masa lalu dan kesuraman masa kini, tapi juga optimistis masa depan lebih baik,” ujarnya.

HB Ka-10 mengatakan, seharusnya seluruh kerabat Keraton Jogja harus golog-gilig nyawiji. Dalam amanat yang dibacakan seusai semaan Alquran di Pagelaran Keraton Jogja Minggu malam (26/2), HB Ka-10 menyebut fungsi dan peran penting Keraton Jogja dalam tangung jawab kepemimpinan dan petunjuk jalan.

“Semua kerabat Keraton Jogja harus golog-gilig nyawiji membawa aspirasi rakyat tanpa membeda-bedakan agama, kelompok kepentingan, dan bias gender. Sesuai fungsinya sebagai pelayan rakyat,” ujar HB Ka-10.

Untuk itu, tambah HB Ka-10, dalam setiap kebijakan, fatwa maupun sikap yang dikeluarkan Keraton Jogja harus untuk kepentingan rakyat. Hal itu juga atas dasar Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah, maupun Basyariyah.

“Dan tentunya untuk tidak lupa kepada Allah dimanapun berada,” jelasnya.

Breaking News