RADARJOGJA.CO.ID– Tak hanya sekedar booming diawal seperti mobil karya esemka di Jawa Tengah. Dua mobil karua mahasiswa IST Akprind maju ke lomba bertaraf internasional Shell Eco-Marathon di Singapura. Ini ajang kreativitas mahasiswa di bidang sains dan teknologi, khususnya kendaraan berbahan bakar ethanol.

“Ada dua tim mobil yang berangkat, Kalisahak 28 dan Mataram Proto. Hampir enam bulan kedua tim dan pembimbing bekerja keras mempersiapkan kendaraan untuk event SEM-A Singapura, 16-19 Maret mendatang,” jelas Rektor IST Akprind Amir Hamzah kemarin (27/2).

Kendaraan yang diberangkatkan merupakan dua mobil dengan kategori yang berbeda. Kalisahak 28 masuk dalam katergori urban ethanol, sedangkan Mataram Proto kategori prototype diesel. Mengusung tema “more distance less energy” pihak penyelenggara mengharuskan kendaraan yang ikut dalam ajang ini merupakan kendaraan yang hemat energi.

Kalisahak 28 yang berbahan bakar ethanol dalam uji coba dapat menempuh jarak 127 km hanya dengan satu liter bahan bakar. Untuk Mataram Proto dapat menempuh 261 km per liter. “Kami juga memanfaatkan beberapa bahan bekas seperti botol softdrink sebagai pompa listrik yang digunakan untuk menyuplai bahan bakar,” tambah pembimbing Tim Kalisahak 28 Ellyawan Setyo Arbintarso.

Selain hematnya bahan bakar yang menjadi unggulan IST Akprind, spesifikasi bodi kendaraan juga menjadi perhitungan tim seleksi. Mobil Kalisahak 28 menggunakan fiber serat alam untuk bodinya, sedangkan Mataram Proto menggunakan fiber glass yang lebih ringan.

“Berat keduanya masing-masing 155 kg dan 132 kg. Kelebihan kendaraan itu aerodinamis, desain futuristic, dan aman,” ungkap pembimbing tim Mataram Proto I Gedhe Badrawara.

Dalam ajang itu, IST Akprind Jogja menjadi satu-satunya PTS yang lolos seleksi. Dari lebih dari 200 tim pendaftar hanya sekitar 117 tim lolos seleksi bertahap. “Harapan kami, kedua tim bisa memenangkan lomba dan dapat melanjutkan ke London untuk lomba tingkat dunia,” tegas Badrawara.

Sebelumnya pada 2014 mobil Kalisahak 28 berhasil meraih juara kedua kategori urban ethanol Indonesia energy Marathon Challenge 2014 di Surabaya dan pada 2015 meraih juara tiga SEM-A. Ajang SEM-A 2017 ini diikuti 17 negara di Asia, Timur Tengah, dan Australia. (ita/eri)

Breaking News