BANTUL – Kabar mengejutkan datang dari wilayah Padukuhan Dodokan, Jatimulyo, Dlingo, Bantul. Beredar kabar seluruh tersangka perkara pengrusakan dan pembakaran bangunan warung mi ayam dan bakso usai penghitungan suara pemilihan lurah desa pada 23 Oktober tahun lalu diminta menyetorkan sejumlah uang kepada seorang oknum.

Menurut sumber Radar Jogja, seluruh tersangka sempat dikumpulkan hingga dua kali beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tertutup itu mereka diminta menyetorkan sejumlah uang. Hanya, siapa inisiator pertemuan yang hanya dihadiri seluruh tersangka dengan orang tua mereka masing-masing masih misterius. Begitu pula dengan peruntukkan uang tersebut. Begitu pula soal nominalnya. Ada tiga versi informasi mengenai besarannya.

“Ada yang ngomong per orang kena Rp 4 juta. Ada juga yang bilang Rp 500 ribu. Ada lagi yang dengar Rp 4 juta itu untuk seluruh tersangka,” kata sumber yang enggan dikorankan itu kemarin (21/2).

Sumber tersebut merasa ada yang janggal dengan informasi tersebut. Sebab, setiap RT di Pedukuhan Dodokan selama ini ikut menyumbang kebutuhan biaya transportasi pulang pergi bagi para tesangka saat harus menjalani wajib apel di Mapolres Bantul. Iuran per RT sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.”Masyarakat (Dodokan) juga penasaran (dengan peruntukkannya),” ucapnya.

Mendengar informasi ini, Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba menegaskan perlunya pembuktian. Karena itu, dia berharap para pihak yang merasa dirugikan atau mengetahui adanya misi khusus dalam pertemuan para tersangka segera melapor ke polisi. Bahkan, JPW siap memberikan pendampingan. Agar motif dan peruntukkan sejumlah uang ini diketahui.

Terlepas dari itu, Baharudin juga meminta seluruh pihak untuk mengawal jalannya proses penanganan perkara ini. sampai persidangan di pengadilan. “Perlu dicermati fakta persidangan nanti seperti apa,” katanya.
Terkait adanya kesepakatan damai antara tersangka dan korban pemilik bangunan warung, menurut dia, hal tersebut tetap tidak meringankan hukuman.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Ketut Sumedana membantah ada intervensi dalam penanganan perkara itu. Dia memastikan proses penanganan on the track. Berkas seluruh tersangka ini sudah P 21. Bahkan, berkas empat tersangka yang masih di bawah umur sudah memasuki tahap dua.

Khusus empat tersangka anak-anak, jaksa penuntut umum menerapkan diversi. Pertimbangannya, mereka masih di bawah umur. Toh, mereka bersedia meminta maaf dan memberikan ganti rugi berupa pembangunan ulang warung yang dirusak dan dibakar. “Tinggal menunggu penetapan dari hakim,” bebernya.
Adapun berkas 22 tersangka lainnya diperkirakan bakal memasuki tahap kedua Kamis (23/2).(zam/yog/mg1)

Bantul