RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Para sopir taksi mengibaratkan diri mereka seperti halnya minum obat, tiga kali sehari. Hal itu sesuai dengan hasil kerja mereka yang rata-rata hanya bisa tiga kali mengantarkan penumpang dalam sehari.

Kondisi itu ditengarai sebagai imbas maraknya usaha angkutan umum online tidak berizin. Kondisi itulah yang mendorong ratusan sopir taksi dalam Komunitas Pengemudi Taksi Berargometer Yogyakarta menggelar aksi longmarch dari kawasan Kotabaru ke Alun-Alun (Altar) Jogja.

“Sekali narik sekitar Rp 30 ribu. Buat bensin dan makan saja tidak cukup, belum lagi setoran. Ya, harus sering minum obat biar tidak stres,” ujar Udin, penggawa taksi Sadewa saat berorasi di Alun-Alun Utara Jogja kemarin (17/2).

Vetri Nur Cahyo, sopir taksi lainnya, juga mengeluhkan sepinya orderan. Hal itu dirasakannya setelah kemunculan Go Car, Grab Car, dan Uber.

Breaking News