RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Dua kali menahan tim Liga 1 sebenarnya tak buruk-buruk amat bagi PSS Sleman. Apalagi yang ditahan tim sekelas Persipura dan Mitra Kukar. Yang menjadi penyesalan adalah ketika sudah unggul 3-0, lalu bisa dibalas dua gol dalam 3 menit. Lebih nyesek lagi, keunggulan itu disamakan di akhir injury time. “Jangan pikirkan lagi pertandingan kemarin, pikirkan ke depan. Kalau dipikir terus ndak habis-habis,” kata Freddy.

Ya, Don Freddy –sapaan akrab Ferddy Muli tidak mau hasil seri terulang lagi. Namun kemenangan untuk memastikan lolos dengan status juara grup. Karena itu, dua hari terakhir mantan pelatih Persida Sidoarjo itu serius mempersiapkan Busari dkk untuk tampil habis-habisan. “Sekarang pemain lebih siap, bermain lepas tapi tetap konsentrasi dan disiplin. Soliditas dan kolektivitas tim terus dijaga. Semua lini dari penjaga gawang, bek, tengah sampai penyerang,” bebernya.

Mantan arsitek Bajul Ijo-julukan Persebaya Surabaya itu mengatakan, semua tim masih berpeluang. Karena itu dia meyakini dua partai hari ini akan berlangsung seru. Termasuk PSS vs Persegres yang akan mentas lebih dulu. “Sepak bola tidak bisa diprediksi secara pasti. Semua masih berpeluang. Bermain baik saja, disiplin dan tanggungjawab. Perbaiki komunikasi,” terangnya mengenai resep menekuk Kebo Giras-julukan Persegres Gresik.

Pelatih asal Palopo Sulawesi Selatan yang kini menetap di Kota Delta, Sidoarjo itu dinilai tidak akan banyak mengubah starting line-up seperti dua pertandingan sebelumnya. Terutama lini belakang yang masih akan diisi kiper Try Hamdani. Dan duet centerback Jodi Kustiawan dan Waluyo serta wingback Revi Agung dan Bagus Nirwanto. Meski Revi di pos bek kiri kerap mendapat tekanan.

Di tengah Busari akan berduet dengan Arie Sandy. Kecuali Freddy ingin lebih menyerang, opsi memasukan Dirga Lasut bisa dilakukan. Mantan pemain Persija Jakarta itu bisa menjadi bola dan mengatur serangan. Namun naluri bertahan pemain bernomor 15 itu tidak sebagus Arie. Di pos sayap Angga Setiawan dan Imam Bagus bermain cukup bagus. Sementara Kito dan Riski di depan terbukti mulai padu. Dua gol Riski dan dua asist Kito jadi acuan.

Formasi 4-4-2 perpaduan compact defense dan serangan balik cepat itu yang ditakuti skuad Persegres. Pelatih Persegres Hanafi juga menilai materi pemain PSS tak kalah dengan tim Liga 1. “Sleman tim yang bagus, terbukti bisa menahan Persipura dan hampir menang atas Mitra Kukar. Apalagi suporter mereka juga solid luar biasa, kami harus waspada,” ujarnya.

Namun Hanafi kemungkinan tidak akan bisa memainkan legiun asingnya asal Korea, Choi Hyun Yeon. Dalam latihan terakhir dia terpisah dengan pemain lain karena terkendala kebugaran. Hal itu bisa menjadi kesempatan mantan pemain PSS Dave Mustaine untuk dimainkan melawan bekas timnya. “Ya, mungkin saja (memainkan Dave). Kami lihat besok, kami juga banyak diskusi mengenai PSS. Sedikit banyak dia tahu karakter beberapa pemain,” bebernya.

Setelah bisa mengalahkan Persipura, Hanafi mengaku seperti mendapat durian runtuh. Sebab di partai pertama timnya takluk 1-0 dari Mitra Kukar. Sebab Persipura adalah juara ISC A musim lalu. “Mungkin sedang kebetulan, lagi rezeki kami menang. Apalagi Persipura bukan tim asal-asalan. Karena itu besok harus menang, karena kami masih punya peluang,” tandasnya. (riz/din/ong)

Breaking News