RADARJOGJA.CO.ID – SEHARI jelang pencoblosan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono dan Achmad Fadli (IP-Fadli) serta Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi (HS-HP) memiliki persiapan sendiri-sendiri.
Mereka menyatakan siap menghadapi hari H pencoblosan dan siap menang maupun siap kalah dalam Pilwali 2017.
Calon Wali Kota Jogja nomor urut satu IP, sehari sebelum pencoblosan memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan tetangga. Terlebih kesibukan selama masa kampanye membuatnya jarang berkumpul bersama keluarga.
“Sekarang saatnya quality time bersama keluarga karena kemarin-kemarin kan sibuk sekali,” ujarnya ketika dihubungi, kemarin (14/1).
Sebelum mencoblos di TPS 18 Kemetiran, IP mengaku, akan menyempatkan diri untuk sungkem ke rumah ibunya Sudarini di Kemetiran Kidul, Pringgokusuman, Jogja. Menurut dia, restu dari orang tua sangat penting baginya.
“Awal kampanye lalu juga saya awali dengan sungkem ibu, besok (hari ini) sebelum mencoblos juga sungkem dulu ke ibu,” ujarnya.
Sedangkan pasangannya, Achmad Fadli memilih untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Sebelum keberangkatannya, Fadli menyempatkan pamit kepada santri-santrinya di Pondok Pesantren Miftahussalam Jalan Karanggeneng, Sendangadi, Mlati, Sleman.
Fadli memilih berangkat umrah karena dia tidak memiliki hak suara di Kota Jogja. Dia mengatakan, menyerahkan semua hasil Pilwali Kota Jogja 2017 pada Allah. Fadli mengaku sudah berusaha sekuat tenaga pada kampanye lalu.
“Semua hasilnya terserah Allah dan masyarakat yang memilih,” ujarnya.
Sementara itu, sungkem meminta doa restu pada orang tua dilakukan Calon Wali Kota Jogja nomor urut dua HS. Kemarin (14/2), HS sungkem pada orang tuanya di kediamannya di Mrican, Demangan Baru, Caturtunggal, Depok Sleman.
Kedua orang tua HS, yaitu Zarkowi Soejoeti dan Yayah Maskiyah meminta supaya HS, yang berpasangan dengan HP, mengabdi dan mengayomi dengan baik, bukan malah meminta untuk dilayani.
“Jadi pemimpin itu bukan lambang kekuasaan, tapi lambang pelayanan,” pesan Yayah.
HS sendiri mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum mencoblos di TPS 15 Muja Muju Umbulharjo, Jogja, hari ini (15/2).
Selain sungkem ke kedua orang tua, HS juga mengaku mendekatkan diri pada Allah SWT dengan terus berdoa. Menurut dia, nantinya takdir Allah yang menentukan siapa pemimpin Kota Jogja.
“Apapun hasilnya yang pasti itu merupakan rida dari Allah dan yang menang adalah warga Kota Jogja,” jelasnya.
HP juga mengaku siap menerima apapun hasil Pilwali 2017. Tapi, dirinya mengaku optimistis meraih suara terbanyak. Karena tidak memiliki hak pilih dalam pilwali nanti, HP akan mengawal jalanya pencoblosan dengan memantau dari posko bersama partai koalisi, relawan, dan simpatisan.
“Saya siap menang dan kalah, tapi optimistis menang. Yang kami bisa hanya berserah diri semoga Allah meridai usaha kami,”ujarnya.
Proses pencoblosan Pilwali Kota Jogja 2017 hari ini akan digelar di 794 tempat pemungutan suara (TPS) di 14 kecamatan di Kota Jogja. Surat pemberitahuan atau undangan formulir C6 ke 298.989 pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) sudah disebar. Termasuk logistik juga sudah diditribusikan ke tiap TPS.
“Pada intinya semua persiapan sudah selesai dan kami mengajak masyarakat untuk datang mencoblos,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Wawan Budianto.
Sesuai aturannya, setelah selesai proses penghitungan suara di TPS, kotak suara akan langsung dibawa ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Selanjutnya pada 16-22 Februari akan dilakukan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan dan pada 22-24 Februari dilakukan rekapitlasi di KPU Kota Jogja. “Jika semua pihak setuju bisa segera ditetapkan,” ujarnya(pra/bhn/sky/ita/ila)

Breaking News