RADARJOGJA.CO.ID – Larangan menggelar aksi tanggal 11 Februari mendatang untuk long march di jalan protokol Jakarta mendapatkan tanggapan dari kalangan umat muslim. Dari Jogjakarta, di Masjid Jogokaryan memilih mengerahkan jamaah yang terdaftar sebagai pemilih Pilgub DKI Jakarta untuk mudik.

Takmir Masjid yang kini menjadi percontohan dunia itu tak tanggung-tanggung dalam memfasilitasi jamaah. Takmir Masjid Jogokaryan siap untuk menyediakan bus-bus untuk ke Jakarta.

“Saat ini yang berminat banyak sekali terutama mahasiswa, tetapi mereka bukan jamaah Masjid Jogokaryan jadi terpaksa kita tolak. Sesuai tujuan awal ini khusus jamaah Masjid Jogokaryan saja,” ujar Sekretaris Takmir Masjid Jogokaryan Wahyu Tejo Raharjo, Kamis (9/2).

Pengumuman mudik gratis demi mencoblos calon gubernur (cagub) muslim ini sudah dilakukan dengan beberapa media. Mulai dari grup media sosial sampai pengumuman di masjid. Pengumuman ini pun mendapatkan banyak respon.

“Ini khusus untuk jamaah Masjid Jogokaryan dan sekitarnya yang asalnya atau memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta,” tambahnya.

Langkah itu ditempuh sebagai bukti kongkret penjabaran QS Al-Maidah tentang memilih pemimpin. “Kami ingin menginspirasi masjid atau kelompok lain untuk melakukan hal yang sama. Ini bukti kongretnya,” katanya.

Pihaknya tidak meminta jamaah yang mau mudik ke Jakarta untuk memilih salah satu pasangan calon (paslon) yang maju di Pilkada Jakarta. Pihaknya hanya meminta untuk tidak memilih calon pimpinan non muslim. “Mau pilih siapa saja silahkan, tapi yang muslim,” ujarnya.

Jumlah jamaah masjid Jogokaryan yang berasal dari Jakarta menurutnya juga cukup banyak. Mereka akan berangkat menggunakan beberapa moda transportasi baik kereta api maupun bus. Bahkan jika ada yang berangkat bersamaan dalam jumlah banyak, pihak takmir akan menyediakan travel khusus. Semua dana yang digunakan untuk kegiatan ini murni dari kas takmir masjid. (pra/eri)

Breaking News