RADARJOGJA.CO.ID – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menegaskan kepada pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro bisa ikut menjaga kebersihan. Bahkan, jika berbuat nakal, maka pemerintah harus mengambil tindakan tegas dengan menertibkan, termasuk mencabut izin.

“Saya sih setuju kalau mereka tidak bisa tertib, ya dicabut saja izinnya,” ujar HB X usai menghadiri acara evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah kabupaten dan kota tahun 2016 di JEC, Senin (6/2).

Dikatakan, kewenangan penertiban berada di tangan Pemkot Jogja. Untuk itu, pihaknya meminta pemkot benar-benar bisa memberikan sanksi tegas kepada PKL yang tidak mau menjaga kebersihan Malioboro.

Apalagi, salah satu ikon Kota Jogja ini masih dalam tahap penataan dan baru sebagian kecil yang sudah jadi. Untuk itu, gubernur tidak ingin jika permasalahan kebersihan jadi persoalan yang tidak berujung.

“Harus benar-benar ditertibkan. Kalau tidak tertib, nanti cepat rusak. Jadi bagaimana kalau nanti itu sudah jadi semua, malah bermasalah. Kalau pengurus UPT-nya nggak berani, diubah saja,” tegasnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP dan ESDM) DIJ Muhammad Mansyur mengatakan, pihaknya sudah bertindak, antara lain dengan turun langsung melakukan pembersihan. Diakui, saat bersih-bersih akhir pekan lalu mendapati saluran air dipenuhi limbah makanan.

“Kalau lama-lama kan bisa menyumbat, karena dibuang di situ, seperti sisa nasi, bungkus-bungkus dan juga balung-balung. Kalau air tidak apa-apa, karena akan meresap,” ujarnya.

Soal kebersihan, pihaknya memang hanya bisa mengimbau karena kewenangan periznan ada di Pemkot Jogja. Untuk itu, pihaknya mendorong kesadaran PKL untuk bisa menjaga kebersihan dan ketertiban bersama.

“Jangan sampai limbah mencemari dan mengotori lingkungan pedestrian Malioboro dan menimbulkan bau tidak sedap,” kata Mansyur.

Apalagi, tahap kedua segera dimulai setelah selesai lelang. “Ini memang akan jadi masalah krusial, karena kami belum bisa menyediakan tempat sementara. Tapi paling tidak dari pengalaman tahap satu kan sementara bisa geser atau libur dulu, nanti buka lagi,” tambahnya. (dya/eri)

Breaking News