RADARJOGJA.CO.ID – Kondisi politik yang memanas, ternyata berdampak langsung ke masyarakat. Warga di Dusun Plosokuning, Minomartani, Ngaglik mendadak heboh. Mereka curiga dengan beberapa tanda simbol Senin (6/2) lalu.

Apalagi, simbol warna putih berbentuk lingkaran dengan dua garis tegak lurus itu ada di sepanjang jalan dusun. Warga khawatir tanda tersebut sebagai lambang adanya upaya kriminal oleh pihak tertentu.

“Kami tak tahu apa artinya. Ini jelas meresahkan warga karena pengalaman masa lalu,” ungkap Mustofa, warga setempat.

Pengalaman yang dimaksud berupa kasus ninja di Jawa Timur yang sempat menggemparkan masyarakat. Juga kasus pembunuhan kiai atau ulama, yang sebelumnya selalu ada tanda tertentu di rumah mereka.

Mendengar laporan warga anggota Polsek Ngaglik mendatangai sejumlah lokasi dimana terdapat tanda tersebut. Polisi menemukan sedikitnya ada lima tanda yang diduga dibuat dengan cat semprot.

Tanda pertama ditemukan di lantai rumah milik Lamsuri yang berada di ujung utara gang Jalan Plosokuning III. Lalu di depan rumah Slamet Roji, Johan, dan dinding Pondok Pesantren Qosrul Arifin.

Johan, pemilik rumah yang ada tanda tersebut, mengaku melihat simbol mencurigakan tersebut pada pagi. Menurutnya, ada warga lain yang pernah melihat tanda serupa di desa lain, namun warnanya biru.

Kecurigaan warga menguat ketika salah seorang mengaku melihat seseorang mengukur jalan. Meskipun sejauh ini tidak ada rencana pembangunan maupun perbaikan jalan dari pihak manapun. “Kami biarkan tanda itu. Yang jelas kami intensifkan ronda malam untuk keamanan wilayah,” ucapnya.(sky/eri)

Breaking News