RADARJOGJA.CO.ID – Suhu politik yang kian memanas di tingkat nasional membawa dampak langsung ke tingkat daerah. Di Jawa Tengah, puluhan ribu kader PDI Perjuangan mempersiapkan apel siaga untuk membela sang Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Rukma Setyabudi menjelaskan, Apel Setia Megawati ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Apel merupakan tindaklanjut dari instruksi Ketum Megawati Soekarnoputri untuk menghindarkan segala bentuk upaya pecah belah.

“Kalau ditotal di seluruh Jawa Tengah, hari ini (kemarin,red) ada lebih dari 97.000 kader yang mengikuti apel. Di luar Purworejo ini jumlahnya jauh lebih banyak,” kata Rukma yang juga menjabat Ketua DPRD Jawa Tengah ini, disela Apel Siaga di Purworejo, Minggu (5/2).

Dikatakannya, dalam peringatan HUT PDIP ke-44 lalu, Ketum bertemu dengan Presiden Jokowi dan menyatakan kesetiaannya kepada bangsa. Meskipun diakui sebagai anak nakal Presiden, namun siap berkorban jika ada pihak-pihak yang berusaha merongrong bangsa.

“Kita bisa melihat hoaks di medsos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kita harus hati-hati dalam menerima setiap informasi yang ada. Apalagi jika nyata-nyata mengancam bangsa,” tegas Rukma.

Di Kabupaten Purworejo, ada 1.200 kader partai berlambang banteng gemuk tersebut yang siap berada di garda terdepan untuk membela Megawati. “Disini kami menyatakan kesetiaan kepada NKRI dan siap mengorbankan jiwa raga kami untuk Negara,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo Luhur Pambudi Mulyono.Pihaknya, siap menerima komando dari Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri untuk turut menjaga keutuhan bangsa ini.

Sebagai partai pemenang pemilu 2014 di Kabupaten Purworejo, PDIP memiliki basis masa paling kuat dan tersebar merata di Kabupaten Purworejo. Namun dalam kegiatan apel tidak seluruh kader dikumpulkan, karena bukanlah kuantitas peserta apel yang diutamakan namun semangat yang ada.

“Kesederhanaan yang kita utamakan namun tidak mengurangi semangat kader,” katanya. (udi/eri)

Breaking News