RADARJOGJA.CO.ID – Kegaduhan yang telah melanda negeri ini bukanlah murni persoalan agama, namun lebih didominasi kepada permasalahan politik. Agama yang kerap ditonjolkan sebenarnya hanya merupakan bagian kulitnya saja. Hal itu disampaikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Prof Malik Fajar saat melakukan kunjungan di Purworejo. Rombongan watimpres diterima langsung oleh Bupati Purworejo Agus Basatian didampingi Wakil Bupati Yuli Hastuti beserta Forkompimda serta pejabat di lingkungan Pemkab Purworejo.

“Kerukunan bisa diciptakan atas dasar komunikasi. Dimana diperlukan komunikasi yang konsisten antar para pihak yang terkait agar tidak terjadi salah paham,” kata Malik Fajar.

Dalam situasi seperti ini, Malik Fajar melihat peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sangat besar. Tidak hanya di tingkat pusat, namun juga harus berjalan hingga Kabupaten. Sebagai anggota FKUB, Malik mengaju kerap memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam mengambil keputusan.

“Secara rutin kami mengadakan pertemuan dengan presiden dan membahas permasalahan-permasalahan yang sensitif,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Malik Fajar juga menyampaikan sedikit permasalahan Purworejo yang masuk sebagai kategori daerah merah. Penanganan permasalahan kemiskinan yang ada perlu dibangun dari dunia pendidikan.

“Negara yang miskin SDM dan SDA-nya, kalau digarap secara maksimal sumber daya manusianya akan menjadi sebuah negara yang memiliki keunggulan tersendiri,” jelasnya.

Purworejo, lanjut Malik memiliki keunggulan wilayah dimana selain kekuatan agamanya juga memiliki kebudayaan yang baik karena memiliki beberapa warisan budaya.

“Warisan budaya itu bisa menjadi sumber kekuatan untuk diangkat sebagai inspirasi. Kita tahu di Purworejo ada bedug terbesar, alun-alun terluas, ini menjadi modal,” pinta Malik.

Bupati Agus Bastian dalam sambutannya menyampaikan jika pihaknya tengah menggenjot sektor Pariwisata di Purworejo. Ia berharap sektor Pariwisata ini nanti bergeliat dan mampu memakmurkan masyarakat Purworejo.(udi/dem)

Breaking News