RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Tidak keluarnya izin kepolisian untuk PSS Sleman menggelar laga uji coba, membuat pertandingan melawan Persikama Kabupaten Magelang dibatalkan. Sedianya pertandingan akan dimainkan kemarin sore di Maguwoharjo International Stadium (MIS). Padahal dengan laga tersebut, diharapkan bisa diketahui sejauh mana progres seleksi dan latihan tim dua pekan terakhir.

Pembatalan laga tersebut diungkapkan Ketua Panpel PSS Sleman Ediyanto, Senin malam (30/1). Padahal pihaknya telah mengajukan izin pertandingan kepada kepolisian beberapa hari sebelum pertandingan.”Kami memohonmaaf kepada pecinta sepak bola bahwa pertandingan PSS Sleman x Persikama Magelang gagal dimainkan karena tidak dapat izin dari Polda DIJ,” jelas Ediyanto kemarin pagi (31/1) pagi melalui pesan singkat, seperti yang diterima wartawan.

Pihaknyamengaku kecewa karena tidak keluarnya izin tersebut. Padahal jika partai uji coba itu terlaksana, rencananya akan dijadikan panpel sebagai simulasi pertandingan-pertandingan PSS untuk Liga 2 (Divisi Utama) nanti. Termasuk mempersiapkan panitia menghadapi pembukaan Piala Presiden 2017 akhir pekan ini.” Tapi ternyata gagal digelar. Sedikit banyak kami kecewa,” imbuhnya.

Tidak hanya Panpel yang kecewa dengan pembatalan pertandingan PSS Sleman melawan Persikama Kabupaten Magelang. Pelatih Freddy Muli juga pusing lantaran tidak bisa mengukur sejauh mana kemampuan timnya. Sebab saat menang 3-0 atas Mlati Selection, menurutnya belum bisa menjadi patokan kekuatan skuadnya.

Ia mengaku pasrah sebab dengan sisa waktu tiga hari jelang partai pertama Piala Presiden, waktu persiapan menjadi mepet. Pada Sabtu (4/1), PSS sudah harus menjamu Persipura Jayapura.”Ya terpaksa kami maksimalkan game internal dengan pemain kami sendiri,” ujarnya.

Don Freddy mengisyaratkan akan memaksimalkan peran kedua sayapnya untuk menjadi senjata utama timnya. Sebab dari beberapa latihan, pemainnya selalu mencoba memanfaatkan sisi lebar lapangan. Ada Kito Chandra dan Angga Saputra menjadi dua pemain yang paling banyak mengirimkan umpan dari sisi kiri dan kanan. Dua striker yang selama ini ada di tim, Riski Novriansyah dan Toni Yuliandri piawai untuk memanfaatkan umpan dari sisi sayap. Sementara Rudiana belum banyak terlibat dalam latihan beberapa hari terakhir.

“Kami ingin lihat sejauh mana progres pemain sayap untuk menciptakan peluang. Sudah mulai aktif membuka ruang namun belum bisa jadi ukuran sampai saat ini,” imbuhnya.

Opsi memaksimalkan peran sayap menjadi yang paling ideal sejauh ini. Lantaran Freddy mengaku belum bisa menerapkan sistem bermain dan skema yang akan dipakainya. Bermain cepat dengan intensitas pressing tinggi masih menjadi penekanan dalam beberapa latihan terakhir. Mengingat lawan-lawan yang dihadapi di Piala Presiden nanti adalah tim-tim dari kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Lawan kami tentu lebih berat. Karena itu pressing dan main cepat serta harus lebih disiplin. Kekompakan dan kolektivitas bermain yang masih kami tekankan. Karena kalau baru beberapa Minggu latihan kami belum bisa masuk ke sistem permainan yang kami inginkan,” paparnya. (riz/din/ong)

Breaking News