RADARJOGJA.CO.ID – SOLO –Polisi telah mengantongi dua nama tersangka kasus penganiayaan peserta The Great Camping(TGC) Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala UII. Hal itu diungkapkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Sabtu (28/1).

Penentuan tersangka berdasarkan keterangan para saksi yang sudah diperiksa serta barang bukti pertama yang disita oleh tim penyelidik kepolisian. Meskipun enggan menyebutkan inisial pelaku, namun dua orang tersebut merupakan panitia penyelenggara kegiatan tersebut.

“Itu (penyelidikan) memang arahnya ada dua orang. Tersangka itu dari kelompok panita penyelenggara yang betanggung jawab terhadap acara tersebut,” terang Condro.

Kendati demikian, polisi masih menunggu hasil otopsi peserta yang meninggal dunia. Sebab, tanpa hasil pemeriksaan, pihaknya belum dapat menetapkan tersangka. Untuk itu, dia berharap pihak rumah sakit segera mengeluarkan hasil otopsi agar kasus tersebut dapat dituntaskan.

“Kami masih perlu satu alat bukti lagi, yaitu hasil otopsi. Kami tunggu dari rumah sakit yang melakukan baik RSUP dr Sardjito maupun RS Bethesda. Setelah ada dua alat bukti itu, kami langsung adakan penangkapan dan penahanan pelakunya,” tutur Condro usai rilis sejumlah kasus kriminal di Mapolresta Surakarta.

Condro menegaskan, surat pernyataan yang ditandatangani peserta diksar Mapala UII tak berpengaruh terhadap hilangnya unsur pidana dalam kasus tersebut.Seperti diketahui, 37 peserta termasuk tiga orang yang menjadi korban meninggal dunia menandatangani surat pernyataan kesiapsediaan peserta untuk bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi selama mengikuti diksar.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli pidana, dan menyampaikan bahwa surat tersebut tidak memiliki kekuatan hukum,” tegasnya.

Guna mencegah hal serupa terulang kembali, pihaknya meminta agar masyarakat di sekitar lokasi camping lebih peka dalam memperhatikan agenda-agenda kemahasiswaan atau kegiatan lainnya.

“Pihak panitia juga harus melengkapi surat pemberitahuan dan perizinan kepada kami lewat Polsek setempat. Itu penting agar dapat melakukan upaya preemtif dan preventif,” jelasnya.(atn/ila/ong)

Breaking News