RADARJOGJA.CO.ID – Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) memasuki tahun ke 12. Itu sejak kali pertama kali digelar 2006 silam. Seperti tahun-tahun sebelumnya, PBTY XII/2017 akan menyulap sepanjang Jalan Ketandan, di kawasan Malioboro menjadi lokasi yang penuh suasana multikultur.

TAHUN ini, yang membedakan dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya adalah rentang waktu pe nyelenggaraan yang lebih lama. Jika sebelumnya PBTY hanya digelar lima hari, kali ini masyarakat bisa lebih lama menikmati festival budaya ini dengan waktu tujuh hari, yakni mulai 5 Februari hingga 11 Februari.

Ketua II Panitia PBTY 2017 Jimmy Sutanto mengatakan, penambahan dua hari menjadi sepekan penyelenggaraan ini merupakan hasil usulan atau himbauan dari Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X.

“Saat evaluasi beliau menghimbau agar tahun ini kegiatan ditambah dua hari agar lebih lama dan menggema. Karena kegiatan ini dinilai bagus sebagai ajang pembauran seni budaya yang membangun kebersamaan semua unsur masyarakat,” ujarnya kepada Radar Jogja, kemarin (27/1).

Meski kegiatan ini untuk memperingati Hari Raya Imlek dan budaya Cap Go Meh, setiap tahun PBTY selalu menampilkan ragam budaya dari nusantara. Demikian halnya tahun ini, dengan tema Pelangi Budaya Nusantara. Tema ini ingin menegaskan inklusivitas acara ini, bahwa PBTY bukan hanya milik para keturunan Tionghoa saja melainkan untuk semua masyarakat Indonesia.

Menurut Jimmy, fakta ini memang harus diakui. Sebab pada praktiknya, di setiap kegiatan yang digelar selalu diisi ragam budaya dari daerah- daerah di Indonesia mulai Aceh sampai Papua. Bukan hanya menampilkan produk budaya Tionghoa dan produk budaya akulturasinya. Bahkan tahun ini rencananya juga akan dimeriahkan penampilan tari-tarian dari India dan Jepang.

Satu lagi yang akan membedakan kegiatan mul-tikultur di tahunnya yang ke 12 ini, yakni parade dan karnaval akan disuguhkan panitia pada saat pembukaan PBTY XII, yakni pada 5 Februari.

“Karnaval akan menampilkan 6 terbaik dari Jogja Dragon Festival III serta barongsai, tarian shio ayam, tari kolosal gedruk, drumband, naga batik raksasa, naga LED, naga transparan, dan akan diikuti ratusan peserta yang menampilkan kostum budaya nusantara dari 34 provinsi,” paparnya.

Koordinator Pelaksana PBTU 2017 Bekti menambahkan Kampoeng Ketandan tidak akan dibiarkan sepi. Panitia telah menyiapkan banyak sekali penampilan menarik untuk menghibur para pengunjung. Antara lain kuliner nusantara, panggung utama Ketandan, panggung hiburan, lomba Hanyu Qiao 2017, lomba bahasa Mandarin dan sebagainya. “Semua akan meramai-kan ajang ini,”ujarnya. (dya/din/ong)

Breaking News