Anang Hadi Berharap Masih Bisa Bela PSS Sleman

RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN– Terkesan terlambat. Namun itu lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Ya, jelang dimulainya kompetisi reguler, pengampunan kepada para pelaku sepak bola gajah diberikan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

Anang Hadi, salah satu yang terhukum kasus insiden sepak bola gajah itu mengaku senang dengan kabar tersebut. Namun terkait masa depannya di dunia kulit bundar masih akan dibahas dengan keluarganya.

Sekarang pemain bernomor punggung 8 di PSS itu memang menggeluti bisnis setelah sekitar 2,5 tahun harus menjauh dari dunia sepak bola.”Tentu saja senang, artinya satu beban telah lepas. Tapi bagaimana ke depannya masih ingin membahas dengan keluarga,” ujarnya kepada wartawan, kemarin (23/1).

Ya, secara pribadi, mantan kapten PSS itu masih ingin bermain untuk Super Elja- julukan untuk PSS Sleman. Namun secara kuota untuk pemain di atas 25 tahun telah diisi oleh Busari, Waluyo, Mahadirga Lasut, Riski Novriansyah dan C. Nasirin. Saat ini, setelah ada keputusan tersebut, Anang masih menunggu segala kemungkinan yang ada. Termasuk jika nantinya membela klub lain di luar PSS.

Kabar gembira itu diterima manajemen PSS Sleman pada Senin siang (23/1). Surat yang diterima manajemen membatalkan keputusan komdis PSSI Nomor 211/DU/KPD PSSI 2014 yang berisi putusan sanksi sepak bola gajah.Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengapresiasi pengampunan sanksi terhadap para pelaku skandal sepak bola gajah yang melibatkan PSS Sleman dengan PSIS Semarang saat kedua tim bertemu dalam babak 8 besar Divisi Utama musim 2014 lalu.

Pemberian pengampunan hukuman terhadap mereka yang terlibat skandal memalukan di dunia sepak bola Tanah Air itu dilakukan langsung Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto mengatakan, pengampunan tersebut menjadi hak prerogatif ketua umum setelah kedua tim mengajukan peninjauan kembali (PK).”Kami mengapresiasi pengampunan PSSI terhadap pelaku sepak bola gajah. Selamat bagi yang mendapat pengampunan untuk aktif lagi melakukan aktivitas di dunia sepak bola,” katanya kepada Radar Jogja, kemarin.

Manajer PSS Sleman dr Arif Juliwibowo mengaku bersyukur dengan adanya pengampunan kepada mantan pemain, pelatih dan ofisial PSS Sleman tersebut. Meskipun secara langsung, dampak pengampunan tersebut tidak terlalu mempengaruhi ke pembentukan tim yang tengah dipersiapkan ke kompetisi Liga 2 (Divisi Utama) 2017.”Disyukuri dengan sudah dicabut hukuman itu, tapi sifatnya pribadi ke pemain yang akan kena efeknya setelah sanksi itu diputihkan,” tandas Arif.

Sementara bagi klub, pemain-pemain yang sebelumnya terhukum tersebut tidak lagi punya kesempatan bergabung dalam tim karena telah banyak yang berusia di atas 25 tahun. Termasuk ikon klub, Anang Hadi. “Yang masih mungkin Mudah Yulianto, tapi info terakhir Mudah masih dalam kondisi cedera,” bebernya.

Para pelatih dan pemain PSS yang mendapat pemutihan adalah Heri Kiswanto, Edi Broto, Herwin Sirajudin, Anang Hadi, Mudah Yulianto, Eko Setiawan, Ridwan Awaluddin, Moniaga Bagus, Wahyu Gunawan, dan Marwan Muhammad. Sayang, pemain pencetak gol, Hermawan, Agus ‘Awank’ dan Riyono belum diampuni. Selain bagi PSS, pemberian pengampunan juga diberikan PSSI kepada pemain, pelatih dan ofisial PSIS Semarang. (riz/din/ong)

Breaking News