RADARJOGJA.CO.ID – Cuaca ekstrem telah memasuki puncak penghujan di DIJ. Stasiun Klimatologi BMKG DIJ mencatat curah hujan di atas normal 20 mm. Kepala Stasiun Klimatologi Joko Budiyono mengatakan,pohon tumbang di Sleman Senin (9/1) disebabkan hujan ekstrem mencapai 29 mm. Sementara kecepatan angin mencapai 54 kilometer per jam.

“Kondisi tersebut termasuk dalam kategori ekstrem,” jelas Joko.

Hasil pemantauan AWS (automatic weather station) hujan lebat terjadi pada pukul 13.40 dan berlangsung selama 30 menit. Dari pantauan radar cuaca juga terpantau awan merah yang menyebabkan hujan dan angina di kawasan Sleman.

Penyebab utama terjadinya cuaca ekstrem adanya awan Cumulonimbus (CB). Hal itu dibuktikan dengan hasil citra radar BMKG DIJ. Dalam beberapa titik khususnya, Kecamatan Gamping sisi utara, Ngaglik, Mlati, dan Kecamatan Sleman terdeteksi adanya awan CB.

Dia memaparkan tanda-tanda cuaca ekstrem yakni hujan di atas normal 20 mm. Sementara angin bertiup lebih dari 25 knot atau 46 kilometer per jam dan disertai petir. Potensi hujan lebat akan sering terjadi di kawasan DIJ. Mengingat puncak musim penghujan akan terjadi di wilayah DIJ pada Januari dan Februari. “Masyarakat harus hati-hati terhadap dampaknya, terutama pohon tumbang,” jelasnya.

Hujan disertai angin kencang mampu memporak-porandakan pohon hingga menimpa rumah warga. Dua orang terluka akibat bencana tersebut di Lapangan Denggung, dan dua warga lainnya di Kronggahan.

Pedagang angkringan di Lapangan Denggung Robiana, 42, menuturkan, hujan terjadi pukul 14.00. Hujan yang awalnyarintik-rintik tiba-tiba disertaiangin besar. Sedetik kemudian pohon beringin raksasa tumbang ke sisi selatan. “Untungnya jatuhnya tepat di cabang pohon, sehingga tidak parah. Ada lima orang di dalam warung, mau lari tidak bisa. Dua orang luka ringan, Sandi dan Cesar. Saya tidak luka, tapi sempat syok,” kata Robiana.

Pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik. Terbanyak adalah di kompleks Pemerintahan Kabupaten Sleman. Beberapa pohon besar terlihat tumbang menutupi jalan. Bahkan rumah dinas bupati dan wakil bupati juga tidak luput dari amukan angin.

Satu pohon besar menimpa gudang penyimpanan Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman. Alhasil beberapa dokumen-dokumen milik BKAD rusak. Untungnya dokumen-dokumen ini belum terpakai. “Ada sekitar 200an kotak berisi kertas SPPT PBB yang belum terpakai. Rata-rata basah terkena air hujan. Karena atap gudang tertimpa pohon,” ujar petugas cetak BKAD Sleman Hari Sayoga. (dwi/bhn/eri)

Breaking News