Dua Bulan Sudah Empat Kasus

RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Tingginya sorotan sekaligus kecaman terhadap perkara pembacokan terhadap rombongan siswa SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Kota Jogja tak lantas memicu aksi kekerasan di jalanan mandek. Sebaliknya, aksi kekerasan yang tak jarang berujung pada hilangnya nyawa ini justru semakin menjadi-jadi.

Yang terbaru, Brian Septa, 14, dibacok empat orang tak dikenal di Jalan Panembahan Senopati, persisnya di depan Balai Desa Palbapang Kamis dini hari (5/1). Akibatnya, bahu kanan bocah asal Gandekan, Kaligondang, Sumbermulyo, Bambanglipuro ini mengalami luka robek sepanjang sepuluh sentimeter.

Informasi yang diperoleh Radar Jogja, insiden ini terjadi sekitar pukul 02.30. Ketika itu, Brian membonceng rekannya, Yohanes, 17, mengendarai sepeda motor. Keduanya hendak pulang usai mencari makan di salah satu warung di utara simpang empat Palbapang.

Belum jauh beranjak, persisnya di simpang empat Palbapang laju sepeda motor kedua bocah ini tiba-tiba dihadang beberapa orang tak dikenal. Kedua ABG (anak baru gede) ini pun menghindar. Dengan membelokkan sepeda motor ke arah barat. Para pelaku yang diduga berjumlah empat orang ini lantas mengejar keduanya.

“Pelaku kemudian membacok dan menabrak sepeda motor korban hingga terjatuh,” jelas Kapolsek Bantul Kompol Paimun kemarin.

Dari keterangan sejumlah saksi, para pelaku mengendari sepeda motor. Menurut Paimun, beberapa warga setempat sempat berusaha mengejar para pelaku. Tapi, para pelaku telanjur bergegas pergi ke arah barat dengan menggeber sepeda motor.

“Korban dibawa ke RSUD Panembahan Senopati. Korban mengalami luka sabetan pedang, dan lecet-lecet,” ungkapnya.

Hingga kemarin sore, Paimun masih belum mengetahui identitas para pelaku. Sekaligus motifnya. “Masih kami lakukan pendalaman,” tegasnya.

Dari catatan Radar Jogja, pascapembacokan terhadap rombongan siswa SMA Muhi Kota Jogja 12 Desember lalu di Jalan Imogiri-Panggang Dusun Lanteng Selopamioro, Imogiri ada beberapa kasus serupa. Di antaranya, pembacokan di Jl Samas Dusun Selo, Sumbermulyo, Imogiri pada 20 Desember 2016. Tanpa basa-basi, empat orang bersenjata membacok Romadon Istanto. Akibatnya, warga Ploso, Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo ini mengalami luka sabetan serius di bagian tengkuk dan wajahnya. Hingga sekarang, pelaku pembacokan masih misterius.

Sepekan kemudian, persisnya 28 Desember Muzammil, 16, dibacok dua orang tak dikenal. Kala itu, ABG asal Gupakwarak, Sendangsari, Pajangan ini hendak mencari makan usai menggarap dekorasi pengantin di rumah warga. Apesnya, sesampainya di Dusun Beji Wetan, Sendangsari, Pajangan, siswa SMK Cokroaminoto Pandak ini dihampiri dua orang tak dikenal.

Tanpa sebab pasti ada cekcok di antara mereka. Sebelum akhirnya pelaku melayangkan pedang ke arah Muzammil. Muzammil sempat menangkis serangan pedang ini hingga dua kali sebelum akhirnya tergeletak.

Pada bagian lain, sidang perkara pembacokan terhadap rombongan siswa Muhi Kota Jogja kemarin memasuki agenda pemeriksaan saksi. Setidaknya ada 13 saksi dihadirkan dalam sidang yang diketuai majelis hakim Subagyo ini. Seperti sidang perdana Rabu (4/1) lalu, aparat kepolisian juga memberikan penjagaan ketat. Dengan menerjunkan puluhan personel.

Menurut Humas Pengadilan Negeri Bantul Zaenal Arifin sidang digelar maraton. Pertimbangannya, masa penahanan terhadap sepuluh terdakwa terbatas maksimal sepuluh hari. Bisa diperpanjang 30 hari. (zam/ila/ong)

Bantul