Berdasarkan dokumentasi dan hasil pemantauan, lanjutnya, buaya itu jenis buaya muara yang keberadaannya memang dilindungi. Dari mana buaya itu berasal, BKSDA Jogja masih menunggu konfirmasi dari BKSDA Jawa Tengah, mengingat buaya itu muncul dari barat.

“Kami tidak mengakomodasi isu. Patokan kami konfirmasi dari BKSDA Jateng, apakah ada buaya yang lepas dari penangkaran atau tidak. Fokus kami saat ini melakukan penangkapan,” lanjutnya.

Menurutnya, sesuai aturan upaya penyelamatan satwa menjadi prioritas. Kendati dalam kondisis tertentu atau jika dinilai membahayakan, maka boleh dilakukan eksekusi sebagai pilihan terakhir.

“Kami utamakan upaya penyelamatan. Kalau toh tidak bisa dan membahayakan, baru kami lumpuhkan. UU No 5 Tahun 1990 tentang Perlindungan Satwa, tepatnya di Pasal 22 Ayat 3 memperbolehkan tindakan itu jika memang dinilai sudah membahayakan,” kata Untung.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengunjung Pantai Congot dan muara Bogowonto, untuk lebih berhati-hati. Segera melapor jika melihatnya, termasuk jika ada satwa lain yang dilindungi. BKSDA akan langsung turun tangan menindaklanjuti.

“Sesuai dengan namanya, buaya ini senang berada di muara, dan tentu suka mencari makan di sekitar muara. Apa saja, jika tengah lapar, warga harus berhati-hati,” ucapnya.

[ad id=”38971″]

Breaking News