RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Tajuk boleh saja ujicoba. Namun, pertandingan antara PSS Sleman melawan Bhayangkara U-21 yang berakhir 2-0 itu berlangsung cukup keras. Itu terjadi terutama di 45 menit pertama. Total ada tiga kartu kuning dan satu kartu merah harus keluar dari kantong wasit Kelik Purwanto yang memimpin pertandingan di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (26/11).

Dua pemain PSS Sleman yaitu Eka Angger dan Oya Winaldo juga harus ditandu keluar lapangan. Sementara Dave Mustaine terpaksa lebih dulu ke ruang ganti karena mendapat kartu merah 43. Sementara gol kemenangan tuan rumah dicetak Dirga Lasut di menit 65 dan Tri Handoko menit 70.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengatakan, di babak pertama diakuinya anak asuhnya kurang bermain lepas. Mungkin karena menganggap hanya ujicoba, sehingga terlihat meremehkan lawan. Penjagaan terlalu longgar, jarak antar lini juga terlihat renggang. Akibatnya meninggalkan celah yang bisa dieksplorasi pemain lawan.

Sementara sebaliknya tim tamu bermain trengginas sejak menit awal. Akibatnya sempat dua kali pemain depan lawan menerobos barisan pertahanan PSS yang digalang Waluyo, Eko Pujianto, Eka Angger dan Deni Rumba. “Anak-anak sempat mainnya tanggung. Kalau seperti itu malah berisiko. Makanya kami instruksikan babak kedua, bermain lepas saja,” katanya kepada wartawan setelah pertandingan.

Babak kedua permainan Laskar Sembada mengalami perubahan. Bermain lebih rapat dan dapat mengontrol permainan. Termasuk tidak lagi mudah terprovokasi. Seto juga memainkan hampir semua pemainnya termasuk Andri Sandria, Jodhi Kurniadi, Wahyu Sukarta, dan Chandra Lukmana yang jarang mendapat menit bermain. “Aulia kami coba walaupun hanya lima menit. Agar merasakan suasana pertandingan,” imbuhnya.

Ujicoba tersebut juga membuat Oya Winaldo dan Eka Angger harus menepi karena mengalami cidera. Namun Seto berharap keduanya bisa pulih sebelum babak delapan besar ISC-B berputar.

Sementara pelatih Bhayangkara U-21 Nova Arianto mengatakan, kendati kalah namun dia bersyukur pemainya memetik banyak pelajaran. Termasuk PSS Sleman yang bermain serius dalam menghadapi timnya. Sebab tekanan dalam kompetisi sesungguhnya di 8 besar ISC-21 akan lebih berat. “Ini menjadi tes mental anak-anak agar lebih siap lagi di 8 besar. Mereka pemain muda dan kami mencoba meredam emosi mereka. Memang setelah kemasukan, konsentrasi turun. Karena kami memang jarang tertinggal,” ujar Nova.

Setelah pertandingan tersebut, timnya masih menyisakan satu uji coba sebelum turun di 8 besar ISC-21. (riz/din/ong)
 

Breaking News