RADARJOGJA.CO.ID-SLEMAN-Pungutan liar (pungli) di Kantor Imigrasi ternyata belum benar-benar bersih. Salah satu tindak pidana korupsi itu, sampai menyeret pejabat teras Kantor Keimigrasian Kelas 1 Jogjakarta.

Direktur Reskrimsus Polda DIJ Kombes Pol Antonius Pujianito menjelaskan, pejabat yang diketahui berinisial BDP tersebut kedapatan saat tangkap tangan Satuan Tugas (Satber) Pungli. Ia menarik pungli dengan modus mempercepat, pembuatan paspor. “Jabatan tersangka ini ka (kepala),” jelas Antonius.

Ketua Tim Penindakan Satgas Saber Pungli DIJ ini menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai pungli di tubuh instansi di bawah Kementrian Hukum dan HAM tersebut. Dari laporan itu, polisi langsung bergerak dengan melakukan penyelidikan selama dua minggu. Sampai akhirnya, polisi mendapati pungli yang dilakukan BDP.

“Setelah kami lakukan penggeledahan, awalnya kami amankan delapan orang berstatus saksi. Setelah didalami, dari delapan saksi itu ditetapkan seorang sebagai tersangka,” jelas Antonius.

Modusnya, pelaku memanfaatkan orang lain untuk menawarkan jasa pelayanan di luar ketentuan. Mereka memberikan iming-iming pelayanan yang lebih cepat. Syarat yang harus dipenuhi korban adalah membayar uang tambahan. “Uang hasil pungli ini disetorkan kepada pelaku,” jelasnya.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti uang sejumlah Rp 11.550.000. Jumlah itu merupakan hasil pungli dalam sehari. Selain uang belasan juta, pihak kepolisian juga menyita sejumlah handphone, kartu identitas (KTP), buku tabungan, dan berkas-berkas keimigrasian. (bhn/eri)

Breaking News