PABRIK UPAL: Rumah Hariyanto (foto kiri) pasca digerebek tim Mabes Polri dalam kasus pembuatan dan peredaran uang palsu.
MUNGKID – Mabes Polri menyita uang palsu senilai Rp 2 miliar dari salah satu rumah aparat desa Candisari, Kecama-tan Secang. Penangkapan ini tidak pernah diduga sebelumnya oleh warga sekitar. Kepala Desa Candisari juga mengaku kaget dengan penang-kapan salah satu perangkatnya itu.

“Warga dan saya sendiri ka-get dengan penangkapan oleh Mabes Polri. Saya tak menduga sebelumnya,” ujar Kades Can-disari Setiyadi kemarin.

Salah satu dari tiga orang yang ditangkap adalah Kasi Perangkat Desa Candisari Hariyanto. Ia tidak mengetahui persis seperti apa keterlibatan Hariyanto dalam ka-sus ini. Meski dikenal pendiam, ia sering berbaur dengan masyarakat.

Meski tidak ada hal yang men-curigakan, saat bulan puasa lalu kades menemui ada perbedaan sikap pada diri Hariyanto. Nomor telepon genggamnya sulit dihubungi. Waktu itu raut mukanya juga kelihatan seperti sedang memikirkan sesuatu.

Sementara itu, Muh Khamim, 40, adik Hariyanto mengaku tidak mengetahui persis kakaknya bisa terlibat kasus uang palsu. Ia hanya mengetahui kakaknya terakhir memiliki sejumlah utang di suatu bank. Namun jumlah-nya ia tidak tahu. Utang itu sudah lama sebelum istrinya meninggal dunia.

“Rumah yang dihuni itu sudah dijual. Uangnya untuk menutup utang. Sementara rencananya mau pindah setelah Lebaran ini,” katanya.

Ia juga mengaku bahwa mobil boks yang masuk ke rumah adalah teman kakaknya. Saat berbincang dengan Khamin, teman kakaknya itu mengaku sopir boks. Ia biasa mengirim buku ke kota besar.

Peristiwa ini bermula ketika polisi menangkap seseorang de ngan inisial EY. Ia dibekuk di Desa Badran Kidul, Kranggan, Temanggung. Setelah itu, pelaku kemudian di-bawa ke rumah Hariyanto
Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan yang menggrebek rumah itu Mabes Polri. Menurut dia, ada banyak barang bukti yang disita. Seperti alat sablon sebanyak 28 kotak ukuran 30 x 40 Cm, tempat alas sablon ukuran 40 x 60, 1 foto kopi merk docu print 3300, print car-tridge cyan type 9 sebanyak 3 unit.

Selain itu ada print cartridge black type 9 merk Fuji Xerox 8 unit, pe-ralatan sablon dan tinta, 1 mesin alat pemotong kertas. Ada juga uang palsu yang belum dipotong sekitar Rp 1 miliar. (ady/laz/ong)

Breaking News