Harnum Kurniawati/Radar Jogja
MAGELANG – Teror penembakan oleh orang tidak dikenal yang terjadi di Kota Magelang, menemui titik terang. Polres Magelang Kota berhasil menangkap pelaku yang diduga menjadi dalang penembakan terhadap 13 orang korban, 12 di antaranya perempuan itu.

Polres Magelang Kota membekuk seorang pria, Suradi, 33, di kediamanya di Kampung Magersari, Kota Magelang, pukul 03.00 dini hari kemarin. Ada dua terduga yang melakukan penembakan. Namun, seorang di antaranya berhasil kabur.

“Mereka berdua ini kakak beradik dengan inisial sama, S. Kami sudah mengamankan satu dari dua terduga. Namun sayang, yang adiknya berhasil melarikan diri,” ungkap Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto kepada wartawan kemarin (29/4).

Edi menjelaskan, saat penggrebekan sang kakak (Suradi) sedang sakaw sehingga tidak bisa melarikan diri. Sementara terduga lain, adiknya, berhasil kabur. Dari informasi sang kakak diketahui bahwa adiknya memang suka dengan menembak.

“Kami temukan sepucuk senapan angin, gotri, pedang dan sangkur. Gotri yang ditemukan sama dengan barang bukti yang mengenai korban,” jelas perwira menengah dengan dua melati di pundak ini.

Lebih lanjut Edi mengatakan, pihaknya sedang menggali informasi lebih detail mengenai keberadaan adiknya. Fakta di lapangan juga menyebutkan, sang adik baru keluar dari bui karena pasal 351 tentang penganiyaan.

“Kami sudah mengantongi identitas adiknya, karena dia baru dua bulan ini keluar dari sel tahanan. Sejauh ini kami sedang mengumpulkan bukti- bukti baru. Juga sedang mencari senapan yang sedang digunakan pelaku,” ujarnya.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya, polisi sudah melakukan tugasnya dengan semaksimal mungkin. Bagi korban penembakan yang belum melapor, diminta segera melaporkan diri agar mempercepat proses identifikasi.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan, peristiwa penembakan di Kota Magelang ini mendapat perhatian langsung Presiden Woko Widodo yang mendapat laporan dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Presiden menginstruksikan Kapolri untuk memberi perhatian khusus pada kasus ini. “Bapak Presiden minta kasus ini jangan dibiarkan atau diremehkan. Keamanan dan kenyamanan warga harus dijaga betul. Presiden ingin rasa aman warga Kota Magelang dikembalikan lagi,” katanya, saat singgah ke Mapolres Magelang Kota, kemarin.

Yuddy menegaskan, kehadirannya ke Kota Magelang sebagai perwakilan presiden, bentuk kehadiran negara dan perhatian pemerintah pusat pada kasus yang menasional ini. Kehadirannya juga sebagai bentuk dukungan moral kepada Polres Magelang Kota untuk segera mengungkap kasus ini.

“Dalam Nawacita pertama, negara hadir dalam melindungi warganya dan menciptakan rasa aman serta nyaman. Kami apresiasi kinerja aparat yang bekerja keras menangkap pelaku. Terlebih, sekarang sudah ada titik terang siapa pelaku penembakan ini,” paparnya.

Menurut menteri, ada banyak kemungkinan motif pelaku dalam melakukan aksi ini. Bisa karena faktor psikologi tertentu atau gangguan jiwa, bisa pula memiliki tujuan untuk menebar teror. Kalau memang arahnya menciptakan keresahan masyarakat, kasus harus diusut tuntas.

“Ini ujian bagi aparat Negara, apakah sigap atau lemah dalam melindungi masyarakat. Negara harus buktikan diri lebih kuat dan memiliki kemampuan besar untuk melindungi warganya. Langkah polisi jangan tanggung-tanggung. Pemerintah tidak mentoleransi aksi terorisme,” tandas Yuddy. (cr1/laz)

Breaking News