JOGJA – Data kredit macet yang dirilis Masyarakat Transparansi Bantul (MTB) diragukan kebenaranya oleh Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIJ. Pihaknya juga membantah data kredit macet, yang melampirkan nama-nama pejabat di Bantul dan DIJ tersebut dikeluarkan OJK DIJ.

Kepala Kantor Perwakilan OJK DIJ Fauzi Nugroho mengaku hingga saat ini masih mengecek kebenaran dan asal data yang dirilis MTB tersebut. Dirinya mengatakan secara internal, petugas OJK DIJ sudah melakukan pengecekan.

“Rasanya tidak yakin itu (laporan pemeriksaan) dari kami. Itu sangat dijaga. karena juga untuk pembinaan,” kata Fauzi saat dikonfirmasi, kemarin (29/4).

Pembinaan yang dimaksud adalah terhadap kinerja perbankan bersangkutan. Fauzi mengakui dalam laporan pemeriksaan, sesuai tugas pengawasan OJK, dilakukan secara tertutup antara pengawas OJK dengan pihak perbankan. Hasil pemeriksaan, berupa rekomendasi-rekomendasi terhadap bank bersangkutan.

“Ya standarnya ada pertemuan tertutup OJK dengan bank, yang hasilnya berupa rekomendasi untuk pembinaan,” tutur pria asal Kebumen tersebut.

Mantan Kepala OJK Bengkulu tersebut mengatakan tidak mungkin OJK membuka hasil pemeriksaan ke pihak lain. Fauzi mengibaratkan seperti dokter yang memeriksa pasien. Resep yang diberikan ke pasien tidak akan dibeberkan ke semua kalangan masyarakat.

“Resep kan hanya khusus diberikan pada pasien. Masak semua orang juga harus tahu,” jelasnya.

Menurut Fauzi, pengalamanya selama puluhan tahun menjadi pengawas perbankan, data individual soal bank tidak pernah dibeberkan ke publik. Hal itu sekaligus membantah pernyataan kuasa hukum Bank Bantul, Achiel Suyanto yang mengatakan OJK DIJ pernah merilis data hasil pemeriksaan BPR di Gunungkidul.

“OJK tidak pernah mengeluarkan data individual perbankan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPRD DIJ Yoeke Indra Agung Laksana, yang namanya disebut masuk dalam daftar nama kredit macet di Bank Bantul, mengaku sudah melunasi kewajibannya tersebut. Politikus dari daerah pemilihan Bantul Timur tersebut mengatakan sudah melunasi pinjamanya ke Bank Bantul sebesar Rp100 juta pada tahun lalu.

“Sudah saya lunasi pada 18 November 2015 lalu,” tandasnya. (pra/dem)

Breaking News