HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MEMBANGGAKAN: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Wapres RI Jusuf Kalla saat Puncak Peringatah Hari Otonomi Daerah ke XX di Alun-alun Wates Kulonprogo (kanan).
KULONPROGO-Kabupaten Kulonprogo panen penghargaan di bawah kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Sutedjo. Itu termasuk penghargaan tertinggi di bidang pemerintahan yakni Parasamya Purnakarya Nugraha.

Penghargaan ini diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla pada puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke XX- 2016 di Alun-alun Wates Kulonprogo Senin (25/4). Kulonprogo juga kembali menerima tropi dan penghargaan karena masuk 10 besar Pemerintah Kabupaten dengan Kinerja Terbaik.

Penghargaan diberikan Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tjahjo Kumolo melalui Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono saat Tasyakuran Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Alun-alun Wates, Senin (25/4) malam. “Dalam beberapa tahun terakhir, prestasi Kulonprogo sangat membanggakan dalam hal kinerja. Pernah menduduki peringkat 1,4, dan 5 nasional. Tahun ini juga bertahan di 10 besar,” kata Soni.

Menurut Soni, peringatan Hari Otonomi Daerah ke XX di Kulonprogo melalui proses yang cukup panjang, setelah sebelumnya selalu dipusatkan di istana negara. “Peristiwa ini menjadi yang pertama. Dan kami memilih Kabupaten Kulonprogo sebagai kabupaten pertama,” katanya.

Tema peringatan Hari Otda adalah memantapkan otonomi daerah menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Jika tahun yang lalu yang dihadapi persaingan antar daerah, antar provinsi, saat ini persaingan juga antar negara. Mereka yang diundang di acaa ini adalah pemimpin daerah yang berprestasi memperoleh penghargaan di tingkat nasional. “Tertinggi itu tidak ada tanda kehormatan lain yang lebih tinggi lagi. Kulonprogo layak berbangga memiliki pemimpin yang hebat,” tegasnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengungkapkan, dengan semangat tonomi daerah dan dalam rangka menghadapi MEA Kulonprogo akan mengoptimalkan potensi yang ada, untuk melawan produk asing dengan penuh kemandirian.

Menurutnya, yang bisa dibuat sendiri harus dibuat. Dan itu tidak harus besar tetapi bisa dimulai dari yang kecil dan sederhana. Kulonprogo sudah membuat air putih sendiri dengan nama AirKu. Mengubah Raskin menjadi Rasda yang disuplai langsung oleh petani sendiri. “Kami juga mohon doa restu untuk membangun bandara baru di Kulonprogo,” ungkapnya.

Hasto mengaku bersyukur atas diraihnya penghargaan atas kerja dan karya dari seluruh masyarakat Kulonprogo. Penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha merupakan penghargaan tertinggi yang menjadi sepirit ntk terus berkarya lebih baik. “Terima kasih kepada seluruh SKPD yang telah bekerja berkarya dan juga masyarakat Kulonprogo yang telah menghasilkan penilaian terbaik dari pusat,” jelasnya.

Demikian juga kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan peringatan otonomi daerah yang pertama kali di daerah juga menjadi sejarah dan kebanggan tersendiri. (tom/din)

Breaking News