Adi Daya Perdana/Radar Jogja
TEMBOK AMBROL: Rumah warga di Desa Deyangan, Mertoyudan, rusak setelah terkena angin puting beliung.
MUNGKID – Bencana angin puting beliung menerjang kawasan permukiman warga di Dusun Nglerep, Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Setidaknya 33 rumah porak-poranda karena gentingnya beterbangan. Satu ruang tamu milik salah seorang warga ambrol setelah tertimpa batang pohon.

Peristiwa ini bermula saat hujan deras disertai angin puting beliung di sekitar Desa Deyangan kemarin (25/4). Sekitar pukul 16.30, angin hitam pekat itu menyapu kawasan tersebut. Genting rumah dan pepohonan warga porak-poranda. Satu rumah di Dusun Gintungan dan Dusun Nglarangan, rusak berat.

“Saya waktu itu hendak mengambil pakaian di ruang TV. Tapi, badan saya tiba-tiba tertimpa tembok,” ujar salah seorang korban Laksmiatun kemarin (26/4).

Saat itu, kepala Laksmiatun kejatuhan genting, sementara badannya tertimpa dinding yang ambrol. Pundaknya juga kena kaca berbarengan dengan dinding yang ambrol. Ia sempat mengalami luka-luka di tubuhnya. “Tapi saya tidak mau dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Akibat angin puting beliung ini, ruangan 2,5 x 3 meter roboh. Batang pohon rambutan yang mengenai dinding rumah mengakibatkan jebol. Dengan demikian, ia harus tidur di ruangan sebelah. “Tidak ada orang lain yang di rumah. Hanya saya sendiri,” ucapnya.

Hadi Pramono, warga lain menambahkan, angin puting beliung beserta hujan deras berlangsung sekitar lima menit. Saat terjadi bencana itu, suara adzan dikumandangkan dari masjid beberapa kali.

Sementara itu Kadus Nglerep Yasro Yuliono menjelaskan, total terdapat 33 rumah rusak ringan. Rata-rata, genting rumah warga melorot. Warga berinisiatif sendiri kemudian langsung membeli genting dengan uangnya masing-masing. “Bencana angin puting beliung juga pernah menerjang dusun sini. Namun sebelumnya hanya mengenai pepohonan,” katanya.

Untuk menyikapi bencana ini, warga diminta meningkatkan kewaspadaan. Pohon di sekitar rumah tidak boleh lebih tingggi dari rumah. Untuk itu, pohon harus dipangkas.

“Sebagian korban bencana sudah mendapat bantuan logistik. Semoga kepedulian dan perhatian pemkab bisa lebih ditingkatkan,” ujar Yasro. (ady/laz)

Breaking News