ISTIMEWA
PERIH: Korban pembacokan di Kotagede saat dibawa ke rumah sakit. Sehari kemarin (25/4) ada tiga orang yang menjadi korban pembacokan.
JOGJA – Pelaku kejahatan pem-bacokan kini makin nekat. Tidak hanya dilakukan di malam hari, namun kini beraksi di siang bolong. Seperti kejadian yang menimpa Ner, 12, siswa SD warga Prenggan, Kota-gede sepulang sekolah, Senin (25/4).Dia menjadi korban penganiayaan sepulang sekolah. Korban yang biasa pulang dengan mengendarai sepeda kayuh ini diserang orang tak dikenal dengan benda tajam pada lengannya. Akibatnya, dia mengalami luka sayatan, bahkan dia harus me nerima 25 jahitan
Kapolsek Kotagede Kompol Suparman mengatakan, ke jadian tersebut bermula saat korban pulang sekolah pukul 12.45 WIB. Sesampainya di Jalan Nyi Pem-bayun, Kotagede, Jogja, tepatnya di utara Lapangan Karang Ko-tagede, korban di dekati oleh seorang lelaki yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor jenis Honda Supra. Pelaku men-dekati korban, kemudian me-nyayat lengan sebelah kanan dengan menggunakan senjata tajam jenis cutter. Pelaku ke-mudian kabur ke arah timur. “Pelaku diperkirakan ada tiga orang, mereka mendekati korban dan langsung menyerang kemu-dian kabur,” katanya saat di-hubungi Radar Jogja, Senin (25/4).Karena mengalami luka, korban kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hidayatullah untuk mendapat perawatan. Sementara itu, polisi masih men-cari pelaku. “Kami masih mencoba me-ngumpulkan barang bukti. Ada beberapa CCTV yang sudah kami minta dari sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami pelakunya,” ujarnya.Satu korban lainnya juga di-serang oleh orang tak bertanggung jawab di daerah Prenggan, Kotagede. Korbannya adalah pelajar SMK yang baru pulang sekolah. “Korban inisial K, usia sekitar 16 tahun, pelajar SMK,” kata Suparman.Korban sebelumnya dipepet pelaku kemudian dilukai di bagian lengan kanan. Selanjutnya korban mendapat perawatan di Rumah Sakit Hidayatullah. Pihaknya masih menyelidiki keterkaitan antara TKP pertama dan kedua. “Kami belum tahu, tapi ke-mungkinan ada keterkaitan,” terangnya.Pihaknya mengimbau agar para orang tua lebih waspada, juga meningkatkan kewaspadaan terhadap anaknya. “Kami masih cari pelaku, untuk pencegahan kami mengimbau orang tua le-bih waspada mengawasi anak-anaknya,” ungkapnya.Selain dua kejadian di Kota-gede, satu TKP pembacokan terjadi di Jalan Janturan, Um-bulharjo.Korban atas nama Neli Ratna-sari, 18, seorang mahasiswi perguruan tinggi di Kota Jogja. “Korban sedang berjalan, lalu lewat pelaku menyayat kurang lebih 10 sentimeter. Korban juga dibawa ke ke RS Hidayatul-lah. Mengenai pelaku dan modusnya masih proses penye-lidikan,” jelas Kapolsek Umbul-harjo Kompol Tri Adi Hari saat dihubungi Radar Jogja, Senin (25/4) sore.

Tak Rasakan Sakit,Tahu Dibacok setelah Diteriaki Teman

Salah satu korban, Ner, 12, saat ini masih trauma dengan kejadian yang menimpanya siang kemarin (25/4). Korban hanya berbaring di tempat tidurnya, lengan kanannya masih tertutup perban warna putih. Dia tak menyangka, posisinya di sebelah kanan dari rombongan teman-temannya menjadi incaran pelaku pembacokan. Hari itu, dia baru pulang sekolah setelah menjalani ujian nasional hari pertama.Siswi kelas 6 SD itu tidak ada firasat apa-apa ketika kemudian dia menjadi korban pembacokan. Bahkan, sesaat setelah pelaku melancarkan aksinya, Ner belum merasakan sakit tersayat cutter. “Waktu ada yang mepet-mepet, saya langsung minggir saja. Tapi, belum tahu kalau kena bacok, karena tak merasa sakit. Malah teman saya yang tahu kalau baju saya sobek dan berdarah,” tuturnya kepada wartawan saat menemuinya di rumahnya di Patalan Kidul Kotagede, kemarin.Sontak, melihat temannya terluka, bocah-bocah itu sama-sama berteriak. Hal itu tentu saja membuat geger warga sekitar. Dengan dibantu beberapa warga, Ner lalu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Dia harus mendapatkan 25 jahitan di lengannya. Kejadian itu juga sudah dilaporkan ke Polsek Kotagede.Kini, dia masih harus menjalani perawatan dan istirahat agar lukanya segera sembuh. Ner belum memikirkan bagaimana menjalani ujian nasional hari kedua, Selasa (26/4) ini. “Dilihat kondisinya dulu, gurunya juga sudah tahu kalau masih sakit. Kalau kuat ya ikut, kalau tak kuat ya nanti susulan. Tangannya sakit kalau nekuk,” ujar ibu korban Dewi Rinawati, 35.Dewi mengharapkan, pelaku penganiayaan terhadap putrinya segera ditangkap. Sebab, sangat membahayakan jika yang di incar adalah anak-anak sekolah. “Tidak hanya anak saya, anak-anak yang lain juga pasti trauma,” ungkap-nya.Dewi mengatakan, anak pe-rempuannya memang biasa berangkat seolah sendiri tanpa diantar. Ner biasa menaiki sepeda menuju sekolah. Sebab, jarak antara rumahnya dengan SDN Randusari tempat anaknya ber-sekolah tidak terlalu jauh. Dia sempat menduga, pe-lakunya adalah seseorang yang tidak senang dengan keluarga-nya. Namun setelah mengetahui korbannya lebih dari satu, dia memperkirakan pelakunya orang yang sama. “Mungkin orang gila atau psikopat pelakunya,” pungkasnya. (riz/ila/ong)

Breaking News