JOGJA – Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X selangkah lagi resmi menjabat Wakil Gubernur (Wagub) DIJ. Dia menggantikan ayahnya, KGPAA PA IX yang meninggal 21 November 2015 lalu. PA X tinggal menunggu surat keputusan (SK) serta dilantik oleh Presiden. Itu setelah semalam (25/4) ditetapkan menjadi Wagub DIJ.

Untuk waktu pelantikan sendiri, belum bisa dipastikan kapan dilaksanakan. Tapi, berdasarkan hasil konsultasi Pansus Penetapan Wagub DIJ ke Menteri Sekretaris Negara pada Jumat (15/4) lalu, dipastikan pelantikan akan dilangsungkan di Istana Negara di Jakarta.

“Sekarang yang penting (wagub) segera terisi, sehingga bisa langsung kerja,” ujar Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Hartanto usai Rapat Paripurna (Rapur) Pansus Penetapan Wagub DIJ, kemarin malam.

Mempercepat, DPRD DIJ sendiri hari ini (26/4) langsung mengirimkan surat keputusan DPRD DIJ dalam rapur tadi malam ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. Menurut Inung, sapaannya, untuk proses selanjutnya tinggal menunggu waktu pelantikan oleh Presiden.

Ada kemungkinan Wagub DIJ dilantik bersamaan dengan Gubernur dan Wagub hasil Pilkada serentak lalu. “Itu sudah wewenang pusat, karena dalam UUK tidak pernah mengatur secara detail lokasi pelantikan,” ujarnya.

Meski begitu, Ketua DPRD DIJ Yoeke Indra Agung Laksana mengaku akan mengirimkan surat permohonan ke Kemendagri. Supaya, waktu pelantikan Wagub DIJ tidak dibarengkan dengan yang lain. Sebab, Wagub DIJ ditetapkan, berbeda dengan kepala daerah lain yang melalui pemilihan.

Hal itu, lanjutnya, saran dari Deputi Mensesneg supaya mengusulkan ke Kemendagri. “Kalau tidak dilantik di Jogja, paling tidak untuk pelantikan di Jakarta undangan yang datang bisa lebih banyak,” tuturnya.

Sebelum ditetapkan menjadi wagub, PA X duduk di sebelah kiri bawah podium, bersama istri, putra, dan kerabat Kadipaten Pakualaman. Duduk pula bersama lima putri Raja Keraton Jogja dan GBPH Prabukusumo. Setelah penandatanganan persetujuan penetapan, PA X pindah ke sebelah kiri Pimpinan DPRD DIJ. Belum mendampingi di sebelah kanan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X.

PA X sendiri ditetapkan menjadi Calon Wagub DIJ sisa masa jabatan 2012-2017. Itu setelah dalam rapur, tujuh Fraksi di DPRD DIJ menyatakan persetujuannya. Dalam pandangan akhir fraksi, yang dibacakan juru bicara Pansus Penetapan, Inung, Fraksi PDIP berharap keberadaan wagub dan gubernur bisa bersama-sama mewujudkan kenyamanan di DIJ sekaligus nguri-uri keistimewaan.

“Apalagi ini momentum berakhirnya RPJMD 2017 untuk penyelarasan perencanaan pembangunan, baik dari tingkat provinsi hingga ke desa-desa,” tulis Ketua Fraksi PDIP Eko Suwanto.

Fraksi Partai Golkar meyakini, pengalaman PA X, yang lama menjadi birokrat di Pemprov DIJ bisa menjadi modal, untuk bersama gubernur memimpin Pemprov DIJ. Pengalaman menjadi birokrat tersebut, dinilai Fraksi Partai Golkar memungkinkan untuk langsung bekerja cepat.

“Seharusnya tidak membutuhkan waktu panjang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja,” tulis Wakil Ketua Fraksi Golkar Agus Subagyo.

Fraksi Partai Gerindra menyebutkan, pengisian jabatan Wagub DIJ yang telah kosong beberapa waktu, perlu segera diisi untuk kelengkapan pemerintahan di DIJ. Ketua Frkasi Partai Gerindra Suroyo menilai, kebutuhan pengisian jabatan wagub juga sudah sesuai dengan UUK.

Fraksi PKS (FPKS) meminta PA X sebagai wagub nantinya, bersama Gubernur HB X bisa memberikan perhatian pada masalah yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Menurut FPKS masih banyak masalah di DIJ, mulai dari kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, tata ruang, dan sebagainya.

“Permasalahan-permasalahan tersebut mestinya jadi perhatian serius supaya DIJ bisa berkembang lebih baik,” tulis Ketua FPKS Arief Budiono.

Fraksi Kebangkitan Nasional, yang merupakan gabungan dari PKB dan Partai Nasdem, juga mengapresiasi kerja Pansus Penetapan. Menurut Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional Sukamto, mekanisme pengisian jabatan wagub sudah sesuai dengan mandat Dirjen Otonomi Daerah Kemendgari serta UUK DIJ.

Sedang Fraksi Persatuan Demokrat, dalam pendapat akhirnya juga mengapresiasi kinerja Pansus Penetapan. Ketua Fraksi Persatuan Demokrat Edy Susila menyebutkan, proses pengisian jabatan Wagub DIJ sisa masa jabatan 2012-2017 segera ditetapkan menjadi Keputusan DPRD DIJ.

Gubernur DIJ HB X sendiri belum mau berkomentar banyak setelah penetapan Wagub DIJ. Dia mengapresiasi kerja Pansus Penetapan DPRD DIJ yang bekerja cepat. Sedang untuk lokasi pelantikan, HB X menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden RI.

“Yo nantilah, kan belum dilantik, nanti saja kalau sudah dilantik. Kalau untuk pelantikan ya terserah Presiden,” ujar HB X ketika ditemui seusai rapur.

Terpisah, PA X sendiri memilih menghindari wartawan yang sudah menunggu di lobi DPRD DIJ. PA X yang berangkat berombongan dengan bus, memilih pulang lewat pintu belakang DPRD DIJ. Dengan naik mobil yang sudah menunggu di Jalan Perwakilan. (pra/ila)

Breaking News