HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MENCARI ASA: Sejumlah pedagang korban kebakaran masih mencari sisa-sisa barang-barang mereka di lapak dan kios yang ada di dalam Pasar Bendungan, kemarin (21/4).
KULONPROGO – Kerugian yang timbul akibat musibah kebakaran di Pasar Bendungan mencapai Rp 5,3 miliar dengan jumlah korban mencapai 378 pedagang. Hal itu berdasarkan perhitungan dan data yang dimiliki oleh UPTD Pasar Wilayah Selatan. Sedangkan para pedagang sendiri, saat ini masih banyak yang mencari sisa-sisa barang di bekas lapak dan kiosnya yang terbakar. Sebagian lagi tetap berjualan di selasar depan dan samping pasar.

Kepala UPTD Pasar Wilayah Selatan Siti Rokhayah menuturkan, data yang diperoleh ini 90 persen sudah valid. “Data kami peroleh saat para pedagang dikumpulkan di Balai Desa Bendungan Rabu (20/4) lalu. Jumlahnya memang segitu, karena satu pedagang ada yang memiliki lebih dari satu kios atau lapak los,” katanya, kemarin (21/4).

Siti menjelaskan, kebanyakan pedagang tidak dilengkapi dengan asuransi. Sehingga, sangat wajar jika pedagang merasa sangat terpukul dengan adanya musibah ini. Pihaknya sampai saat ini masih terus melengkapi data (nama-nama korban secara by name). Selain itu, berusaha mencari donatur bantuan untuk meringankan para pedagang. “Melalui Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo atau donatur lain untuk diupayakan semampunya,” ungkapnya.

Terkait relokasi ditujukan kepada para korban kebakaran. Adapun beberapa lapak yang sudah berdiri saat ini merupakan inisiatif pedagang sendiri, yang kemungkinan menginginkan secepatnya bisa berjualan. Namun, secara resmi pemkab baru merencanakan, baik teknis relokasi dan lokasinya.

Ditambahkan, tiga hari pascakejadian kondisi sudah relatif aman, garis polisi juga sudah dilepas. Aktivitas jual beli juga sudah berlangsung, kendati masih didominasi pedagang sayur dan sembako. Sementara pedagang besar yang menjadi korban, sebagian masih mengurus barang-barang yang kemungkinan bisa diselamatkan.

Sementara waktu, los atau kios yang terbakar tidak boleh dipergunakan untuk aktivitas jual beli. Selain karena berbahaya, juga dikhawatirkan nanti akan merepotkan jika sewaktu-waktu pasar dibersihkan untuk dibangun kembali.

“Kemungkinan akan dipasang pagar memutar, namun itu bukan ranah kami. Itu menjadi kewenangan bagian pengelolaan pasar. Untuk menjaganya kemungkinan dari kepolisan juga membantu. Pengamanan perlu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Salah satu pedagang, Hesti Wahyuni, 33, mengungkapkan, dia sudah meritis usaha berjualan di los Pasar Bendungan sejak tahun 2012. Dalam peristiwa kebakaran kemarin, tiga lapak miliknya ikut ludes terbakar dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta.

“Mulai Rabu (20/4) kemari saya pindah di sini (sisi utara pasar, depan KUD Bendungan),” tuturnya.

Warga Bendungan ini mengungkapkan, perpindahan lokasi sementara ini cukup mempengaruhi pendapatannya. Sebab terjadi penurunan jumlah pembeli mencapai 70 persen. Jika di dalam los rata-rata sehari bisa memperoleh laba kotor Rp 5 juta per hari. “Setelah dua hari menempati lapak darurat sehari bisa Rp 1 juta saja itu sudah bagus,” ungkapnya.

Hesti menuturkan, saat ini penjual dan pembeli sama-sama bingung, sehingga pembeli yang sudah belanja ke lapaknya kebanyakan adalah pelanggan yang bisa bertukar informasi melalui kontak telepon. Selebihnya pelanggan yang kebetulan lewat dipanggil dan tahu posisi jualan masing-masing pedagang. Kendati begitu, dia merasa optimistis bisa tetap berjualan. Begitu pula dengan pedagang lainnya.

“Beruntung saya menyimpan beberapa nomor pelanggan sehingga bisa saya hubungi dan mereka tetap bisa belanja ke tempat saya di lokasi darurat ini,” tuturnya.

Hesti berharap, lokasi relokasi tidak jauh dari pasar Bendungan. Selain itu, juga bisa terpusat menjadi satu sehingga pembeli lebih mudah untuk mencari dan tidak terjadi ketimpangan antarpedagang.

“Harapannya bisa satu titik, sehingga pembeli kalau belanja fokus, kalau terpisah kasihan yang di belakang. Karena pembeli tentunya memilih yang ada di depan, kalau sudah begitu yang belakang tidak kebagian rezeki,” ujarnya. (tom/ila)

Breaking News