JOGJA-Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) harus berkejaran dengan waktu, jika ingin bisa menyelesaikan jabatannya pada akhir 2016 nanti dengan baik. Salah satu persoalan yang mungkin bakal menjadi sandungan adalah soal pengisian dua jabatan kepala dinas definitif di Pemkot Jogja. Yakni jabatan pimpinan pada Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan).

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, enam bulan sebelum berakhirnya masa jabatan, petahana tidak boleh melantik dan memutasipejabat. Padahal, masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja akan berakhir pada 19 Desember 2016 mendatang. Artinya, HS hanya memilik waktu sampai 19 Juni mendatang, untuk mengisi dua jabatan kepala dinas yang kosong

“Proses seleksi sampai dengan 2 Juni. Setelah itu (tiga nama hasil seleksi) diserahkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian, dalam hal ini adalah pejabat wali kota,” kata Kepala Sub Bidang Pengembangan Jabatan Struktural Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Jogja Ary Iryawan, kemarin (21/4).

Adanya tenggat waktu 19 Juni tersebut, membuat HS bakal hanya mempunyai waktu dua minggu untuk mempertimbangkan tiga nama yang lolos, untuk mengisi kedua jabatan eselon IIB tersebut. Mengingat proses seleksi bakal berakhir 2 Juni mendatang.

“Tugas kami (Sekretariat Seleksi) hanya sampai 2 Juni,” tutur Kepala Bidang Pengembangan Jabatan Struktural dan Fungsional BKD Cristy Dewayani.

Cristy menjelaskan, untuk proses seleksi ini memang sempat mundur. Mengingat PNS yang berminat untuk mengikuti seleksi Dinas Kimpraswil hanya dua orang. Alhasil, seleksi untuk Disperindagkoptan pun akhirnya ikut mundur dari jadwal semula.

“Proses wawancana dan presentasi makalah serta seleksi kompetensi, akan dilakukan bersamaan. Jadi, yang Disperindagkoptan akan mundur,” ujarnya.

Untuk tahapan seleksi, tanggal 21 April kemarin, merupakan hari terakhir pendaftaran seleksi untuk Dinas Kimpraswil. Ini merupakan perpanjangan proses pendaftaran karena pada tahap awal hanya ada dua PNS.

Pada hari terakhir, pendaftar ada tiga orang yang berminat mengisi posisi Kepala Dinas Kimpraswil. Total dengan tambahan tiga orang itu menjadi lima orang.

“Sudah melewati batas minimal tiga orang. Kemudian, pada 25 April akan diumumkan hasil seleksinya,” ungkap Cristy.

Terpisah, Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja Bambang Anjar Jalumurti mendesak HS untuk bisa menyelesaikan pengisian kedua pejabat tersebut sesuai dengan jadwal. Jika sampai mundur, melewati batas waktu tersebut, otomatis akan berdampak serius untuk keberlanjutan Pemkot.

“Otomatis ada dampaknya. Yang pasti tanpa pejabat definitif akan menghambat kinerja SKPD itu sendiri,” tegasnya.

Apalagi, lanjutnya, untuk kedua SKPD itu sangat penting. Dinas Kimpraswil memiliki peran vital dalam pembangunan infrastruktur di Kota Jogja. Sedangkan Disperindagkoptan juga berhubungan langsung dengan bidang ekonomi.

“Kami tetap berharap tidak sampai terjadi kekosongan. Kalau kosong akan mundur lebih lama lagi. Bisa lebih dari setahun tak memiliki pejabat definitif di kedua SKPD itu,” tandasnya.(eri/dem)

Breaking News