Rizal SN/Radar Jogja
JOGJA – Diduga menyebut kata bom, seorang penumpang pesawat di Bandara Adisutjipto Jogjakarta harus berurusan dengan keamanan bandara kemarin (17/4). Pelaku menyalahi aturan penerbangan yakni dilarang menyebut kata bom yang akan menggangu keselamatan penerbangan. Setelah diinterogasi keamanan bandara, ia lalu dibawa ke Mapolsek Depok Timur.

Kapolsek Depok Timur Kompol Dhanang Bagus Anggara mengungkapkan, kasus ini bermula dari Muhlison, 28, warga Karang RT 002/002, Ujung-Ujung, Pabelan, Semarang, yang akan berangkat menggunakan pesawat Nam Air tujuan Palembang. Sekitar pukul 10.25 WIB saat di atas pesawat, pelaku membawa tas kecil.

“Oleh pramugari tas itu diarahkan untuk dimasukkan ke dalam kabin. Tetapi yang bersangkutan menolak sambil mengatakan bahwa tas berisi bom,” kata Dhanang saat dihubungi wartawan.

Mendengar kata bom, sesuai prosedur, pramugari kemudian melaporkan ke petugas ground darat yang selanjutnya berkoordinasi dengan keamanan bandara. Penumpang lalu diturunkan dari pesawat untuk ditindaklanjuti dan dilakukan sterilisasi tempat duduk penumpang nomor seat 11 E. “Petugas langsung menurunkan penumpang itu dan diperiksa,” jelasnya.

Setelah dilakukan sterilisasi dan dinyatakan tidak ada bom, pesawat kemudian diperbolehkan terbang kembali. Sedangkan pelaku menjalani pemeriksaan oleh pihak Airport Security (Avsec) Investigation.

Ia lalu diserahkan ke Polsek Depok Timur, Sleman, untuk dimintai keterangan. “Pelaku diberikan pembinaan, kita mengedepankan penyelesaian dengan pembinaan. Secara pribadi dia sudah rugi materi dan waktu,” kata Dhanang
Saat diperiksa petugas, Muhlison mengaku dirinya menyebut membawa bom karena jengkel dengan pelayanan pihak kru maskapai. “Karena tidak bisa mengendalikan diri, terus mengucapkan kalimat bom. Hal itu merugikan diri sendiri serta psikologis orang di sekitarnya,” tandas Dhanang. (riz/laz)

Breaking News