BANTUL – Misteri tewasnya perempuan dan balita di Hotel Widodo 1 Pantai Parangtritis, mulai ada titik terang. Ini menyusul ditemukannya sesosok mayat di Pantai Ngunggah, masuk Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, sekitar pukul 10.00, kemarin (13/4).

Mayat ini memiliki ciri persis dengan pria yang menginap di hotel bersama perempuan dan balita nahas itu. Berbobot sekitar 80-an kilogram, rambut cepak, dan berkulit sawo matang. Ciri-ciri ini kian diperkuat dengan berbagai barang yang tersimpan di saku celana.

Saat ditemukan, pria yang diduga tewas karena bunuh diri ini masih utuh. Lengkap dengan celana pendek dan kaus oblong warna hitam. Di saku celana dan dompet, ada beberapa barang yang ditemukan.

Di antaranya, beberapa lembar uang kertas, kunci mobil Suzuki, kwitansi pembelian motor, STNK sepeda motor atas nama Wiwik Handoyo, Jalan MT Haryono No 441 Semarang, kartu nama Letnan Drs Aris Munandar, serta kunci kamar nomor 8 Hotel Widodo 1.

Di kamar inilah wanita berusia sekitar 28 tahun dan balita perempuan sekitar umur tiga tahun itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa Senin (11/4) malam lalu. Kapolsek Kretek Kompol Supardi mengatakan, dugaan kepolisian terkait hubungan pria bunuh diri di Pantai Parangtritis Senin siang dengan dua penemuan dua mayat benar adanya.

Bahkan, kepolisian sebelumnya sempat berencana melakukan tes DNA bila jasad pria bunuh diri ditemukan. Itu untuk memastikan apakah balita nahas anak dari pria tersebut.

“Meski ditemukan di Purwosari, temuan mayat ini kami yang menangani, karena ada keterkaitan dengan penemuan dua mayat di hotel,” terang Supardi.

Kendati ada beberapa petunjuk baru, kepolisian semula masih kesulitan mengungkap identitas ketiga mayat. Untung saja, penelusuran kepolisian berbekal kwitansi pembelian sepeda motor kemarin siang mulai membuahkan hasil.

Menurut Supardi, pihaknya menghubungi nama sales yang tertera di kwitansi. Dari sales ini kemudian diperoleh nama yang beralamatkan di Batang, Jawa Tengah. Nah, nama ini pun lalu dihubungi kepolisian. “Kami minta untuk datang ke RSUP Sardjito. Sampai saat ini kami masih menunggu kedatangannya,” jelasnya.

Bekas Kasat Intelkam Polres Bantul ini berharap identitas ketiga mayat segera terungkap. Kendati begitu, kepolisian masih memiliki “PR” atas penanganan kasus ini. Sebab, hingga kemarin belum diketahui penyebab kematian dua mayat yang diduga ibu dan anak itu. “Otopsi belum bisa dilakukan karena menunggu keluarga,” tambahnya.

Senada disampaikan Kapolres Bantul AKBP Dadiyo. Dia enggan berspekulasi mengenai penyebab kematian dua tamu hotel itu. “Tidak ada bekas luka di tubuh keduanya. Untuk memastikan, ya butuh otopsi,” paparnya.

Ditemukan oleh Nelayan Pantai Baron

Dari Gunungkidul dilaporkan, kali pertama mayat itu ditemukan oleh nelayan Pantai Baron, Suroso, saat melaut. Siang itu Suroso melihat benda mencurigakan mirip manusia mengampung di permukaan laut.

Soroso curiga dan mencoba mendekat. Alangkah terkejutnya, benda aneh itu ternyata merupakan sesosok mayat. Dengan cekatan, saksi memeriksa identitas korban dengan mengambil dompet dari kantong celana. Namun, Suroso hanya menemukan uang dolar sebanyak enam lembar. Penemuan mayat ini kemudian dilaporkan ke tim SAR.

Sekretaris SAR Wilayah II Gunungkidul Surisdiyato mengatakan, ciri-ciri fisik jenazah memiliki kesamaan dengan pria misterius yang menceburkan diri ke laut pada Senin (11/4). Korban bertubuh gemuk dan mengenakan celana jins pendek warna cokelat dan kaos hitam.

“Identitas pasti memang belum diketahuii. Namun kalau dari ciri-cirinya, korban diduga pria yang menceburkan diri ke laut di Pantai Parangendog, Purwosari, Senin lalu. ” kata Surisdiyanto.

Atas kejadian ini pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim SAR Parangtritis, Bantul untuk ditindak lanjuti karena lokasinya lebih dekat dengan penemuan korban.

Sementara itu Kapolsek Purwosari AKP Mursidiyanto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan identitas korban. Namun demikian, dari informasi yang diterima, ciri fisik jenazah ada kesamaan dengan pria yang menceburkan diri ke laut baru-baru ini. (zam/gun/laz)

Breaking News