JOGJA – Penataan Malioboro yang masih menimbulkan permasalahan di sana-sini ternyata tak segera ditindaklanjuti Pemkot Jogja. Masalah penentuan tarif parkir, shuttle bus, sosialisasi pembangunan trotoar sisi timur, dan masalah lain baru akan dievaluasi seminggu lagi.

“Evaluasi akan diperpanjang,” tutur Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh, kemarin (12/4).

Syarif mengaku, masih harus melakukan banyak perbaikan. Meski begitu, pihaknya tetap memberikan kenyamanan pengunjung Malioboro. Berbagai perbaikan itu akan dilakukan usai dilakukan evaluasi. “Mana saja yang akan dievaluasi? Sekarang baru istirahat dulu,” kelakar Syarif.

Mantan Lurah Suryatmajan ini menegaskan, penjagaan sisi timur diperpanjang seminggu ke depan. Artinya, selama seminggu ini, petugas keamanan baik TNI dan Polri serta Petugas Satpol PP akan tetap mengamankan sisi timur Malioboro.

“Baru dari evaluasi akan ditentukan. Sudah tertib (dari parkir kendaraan) atau belum,” katanya.

Penataan Malioboro sudah mulai sejak 4 April lalu. Saat itu, parkir kendaraan bermotor roda dua di sisi timur Malioboro resmi dilarang. Parkir kendaraan dipindah ke Taman Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) lantai dua dan tiga.

Kini, sudah seminggu relokasi parkir itu berjalan. Sebanyak 95 juru parkir (jukir) yang memiliki surat tugas juga sudah semuanya mendaftarkan diri dan mengelola TKP ABA. Meski, mereka sempat menolak relokasi parkir dari sisi timur Malioboro ke TKP ABA.

Pembentukan perkumpulan baru pun tengah digodok kalangan jukir. Mereka akan membentuk perkumpulan baru untuk mengelola TKP ABA yang akan menggunakan tarif progresif. “Setelah dua bulan, nanti mereka (perkumpulan) itu yang akan mengelola TKP ABA,” ujarnya.

Dengan status sebagai TKP, otomatis tarifnya tak sama seperti di sisi timur Malioboro. Di TKP ABA berlaku tarif per jam. “Itu (tarif) belum kami putuskan. Pokoknya setelah evaluasi,” katanya.

Di lain pihak, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja terus mengintensifkan penertiban di sepanjang jalan sirip Malioboro. Mereka merazia jika ada pengelola parkir di tepi jalan umum untuk parkir kendaraan roda dua. “Kalau kami temukan, kami cabut surat tugasnya,” kata Sekretaris Dishub Kota Jogja Purnomo Rahardjo.

Dia mengaku sudah mengumpulkan 30 jukir di sirip Malioboro. Beberapa jalan sirip Malioboro adalah Jalan Sosrowijayan, Jalan Dagen, Jalan Pajeksan, Jalan Perwakilan, Jalan Beskalan, Jalan Reksobayan, Jalan Suryatmajan, Jalan Ketandan, dan Jalan Pabringan.

Purnomo mengaku, masih ada pengunjung dan karyawan toko di Malioboro yang parkir di sirip Malioboro, terutama para pedagang kaki lima (PKL). “Pelan-pelan kami tertibkan karena ini masih dalam tahap pembiasaan, tidak bisa sekaligus,” jelasnya.

Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Petugas Parkir Kota Jogja Hanarto mendesak operasi terus intensif. Sebab, selama sepekan TKP ABA beroperasi hanya malam minggu yang sampai lantai tiga. “Masih setengahnya, itu pun kebanyakan pengunjung Malioboro,” keluhnya. (eri/ila)

Breaking News