SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
RAZIA ANGGOTA: Denpom IV/2 bersama aparat gabungan TNI Darat, Laut, dan Udara serta Polri melakukan razia di tempat hiburan Minggu dini hari (10/4). Dalam razia ini nihil temuan, diduga informasi bocor
JOGJA – Pascaterungkapnya kasus perwira TNI mengonsumsi sabu-sabu di Makassar belum lama ini, membuat tim gabungan Deltasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Jogjakarta melakukan razia, Minggu dini hari (10/4). Razia dilakukan bersama aparat gabungan TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara serta Polri.

Kawasan yang dijadikan sasaran adalah tempat hiburan malam. Sayangnya, diduga informasi razia tersebut bocor sehingga tidak membuahkan hasil.

Komandan Denpom IV/2 Jogjakarta Letkol Cpm Moch Rizal mengatakan, razia dilakukan untuk mengintensifkan penegakan disiplin bagi anggota TNI-Polri. Karena sesuai aturan disiplin, aparat dilarang kluyuran di tempat-tempat hiburan malam maupun lokalisasi.

“Dipilihnya tempat hiburan malam sebagai target, karena lokasi tersebut memang dianggap sebagai tempat yang rawan pelanggaran,” katanya kepada wartawan.

Lokasi pertama yang didatangi adalah Pasar Kembang. Di tempat ini petugas hanya mencopot beberapa gambar anggota TNI yang dipajang di beberapa blok kamar. “Petugas meminta kartu identitas warga yang didapati melintas di lokasi tersebut. Tapi nihil anggota,” jelasnya.

Razia kemudian bergeser ke tempat hiburan malam atau karaoke di daerah Umbulharjo, Jogja. Saat itu petugas mengamankan salah satu pengunjung yang mengaku pegawai negeri Pemprov DIJ. Setelah ditelusuri, yang bersangkutan adalah pegawai di Gedung Agung dan langsung diamankan serta dibawa ke Markas Denpom IV/2 Jogjakarta.

Upaya pencarian anggota TNI-Polri berlanjut ke karaoke XT Square. Di tempat itu petugas menggeledah satu per satu ruangan VVIP karaoke untuk mendata kartu identitas pengunjung. Satu per satu pengunjung diminta menunjukkan kartu identitas yang dimiliki, tetapi masih nihil anggota TNI-Polri. Razia tanpa hasil ini berlanjut ke karoeke di Babarsari, Seturan, Sleman hingga di Jalan Magelang, Sleman.

“Walaupun nihil temuan anggota, tetap akan dilakukan rutin dan intensif. Agar anggota semakin disiplin dan tahu larangan,” jelasnya.

Sementara itu, sekitar 100 personel pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Jogjakarta menjalani tes urine, Senin (11/4) pagi. Tes tersebut dilaksanakan untuk memastikan ada tidaknya anggota Lanal yang mengonsumsi narkoba.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Jogjakarta Letkol Laut (Sus) Kartoli mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ guna meyakinkan bahwa personel TNI AL bebas narkoba.

“Seluruh personel dites, agar meyakinkan bebas narkoba dan terhindar hal-hal yang menjurus pengguna dan pengedar narkoba,” katanya di Mako Lanal Jogjakarta, kemarin.

Pihaknya juga mendukung program negara menghindarkan pengaruh narkoba di masyarakat. Dia menyebut, apabila dalam tes nanti ditemukan anggota yang terbukti positif memakai narkoba, akan ditindak sesuai prosedur dan ketentuan.

Pelaksana Lanal Jogjakarta Letkol Laut (P) Syaekhul Anwar menyebutkan, kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari kesalahan anggota. Namun, terkait dengan masalah kondisi saat ini karena negara sedang perang dengan narkoba.

“Pemerintah saat ini tidak main-main dengan urusan narkoba. Kami berharap di sini tidak ada yang melibatkan diri baik langsung atau tidak langsung dalam barang haram itu,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNNP DIJ Aris Subagya mengungkapkan, upaya pemeriksaan dilakukan untuk mengurangi prevalensi penggunaan narkoba.

Dari data yang dimiliki, wilayah DIJ masuk peringkat ke-8 nasional dalam kasus penyalahgunaan narkoba. “Negara kita darurat narkoba, untuk persentasinya yang sangat tinggi itu pekerja,” ujarnya.

Hanya, hasil pemeriksaan tes urine tersebut tidak langsung diumumkan dan baru bisa diketahui maksimal seminggu setelah pemeriksaan. “Kami belum bisa menyampaikan hasil pemeriksaan kali ini karena permintaan Lanal,” ujarnya. (riz/ila)

Breaking News