BANTUL – Isu keretakan hubungan antar pendukung pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih saat pilkada Bantul 2015 ternyata bukan isapan jempol belaka. Buktinya, dua orang anggota tim sukses bupati dan wakil bupati terpilih tersebut terlibat adu fisik kemarin (11/4). Keduanya adalah Ratno Suyadi, 37, dan Imam alias Bendol, 45.

Ironisnya, bentrok antara keduanya terjadi di samping utara ruang kerja bupati.

Informasi di lokasi kejadian, peristiwa memalukan tersebut diduga berawal lantaran Ratno dipukul dan ditendang oleh Imam hanya karena suatu persoalan sepele. Diduga, Imam tersinggung oleh kata-kata Ratno saat bermaksud meminta sebatang rokok. Padahal, saat kampanye pilkada lalu keduanya terlibat aktif untuk memenangkan Suharsono-Halim.

Saat itu, Ratno bersama beberapa relawan bermaksud menemui Suharsono sekitar pukul 10.00. Namun, orang yang dituju sedang tidak berada di ruangan. Mereka lantas menunggu sambil berdiri di depan ruang sekretaris dan staf pribadi bupati. Kebetulan, di dalam ruangan tersebut ada beberapa relawan lain, termasuk Imam.

Mengetahui keberadaan Ratno, Imam kemudian keluar dari ruangan dan menghampirinya untuk minta rokok. Tapi, permintaan warga Teruman, Kelurahan Bantul itu ditolak oleh Ratno.

“Relawan sugih, kok jaluk rokok karo wong kere,” sindir Ratno mengulangi pernyataannya kepada Imam saat ditemui di Mapolres Bantul.

Merasa sakit hati, Imam langsung menendang kaki Ratno. Tak hanya itu, Imam juga melayangkan bogem mentah hingga dua kali mengenai pelipis kanan Ratno. Beruntung, ada beberapa relawan yang melerai.

“Dia juga sempat mengancam. Banyak orang yang melihatnya,”lanjutnya.

Merasa dirugikan, Ratno melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya itu ke Polres Bantul. Setelah dirinya menjalani visum di RSUD Panembahan Senopati.

Ratno mengaku kenal dengan Imam saat masa kampanye pilkada. Warga Kradenan, Srimulyo, Piyungan ini tidak pernah merasa punya masalah dengan Imam.

“Nggak tahu ada masalah lain. Setahu saya dia hanya relawan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasatreskrim Polres Bantul AKP Kasim Akbar Bantilan menyatakan belum mengetahui adanya laporan penganiayaan.

“Saya cek dulu. Jadi belum bisa memberikan keterangan apa-apa sekarang,” ucapnya.

Akbar memastikan akan memproses seluruh laporan yang masuk. Kepolisian bakal memeriksa para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut untuk menggali keterangan dan bukti.

Akbar menegaskan, proses penyelidikan perkara bakal berjalan sesuai koridor hukum. Tanpa campur tangan pihak lain.

“Nggak akan ada intervensi. Kami jalan terus,” tandas Akbar ketika disinggung mengenai kemungkinan adanya intervensi dalam penanganan kasus. Mengingat, Suharsono merupakan pensiunan perwira menengah kepolisian.(zam/yog)

Breaking News