JOGJA – Beredarnya pesan berantai di aplikasi percakapan (messenger) yang menyatakan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro tertangkap petugas saat pesta sabu Sabtu (9/4) lalu, ditanggapi dingin oleh Raja Keraton Jogja. Bahkan informasi tentang ditangkapnya sang menantu sudah diketahui Sri Sultan Hamengku Bawono (HB) Ka 10 sejak beberapa hari yang lalu.

HB Ka 10 juga mengungkapkan jika pelaku mengancam akan mem-publish informasi tersebut. “Saya sudah tahu empat hari yang lalu kalau mau di-publish,” tandasnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, kemarin (11/4).

Suami GKR Hemas itu mengatakan, sudah mengkonfirmasikan informasi tersebut ke menantunya, dan dipastikan tidak benar. Ketika ditanyakan tentang adanya konspirasi menjatuhkan nama baik Wironegoro, Raja Keraton Jogja tersebut mengakui hal itu. “Ya ada konspirasi, kalau pemerasan tidak,” lanjutnya.

HB Ka 10 mengatakan, dirinya sudah bertemu langsung dengan KPH Wironegoro. Suami GKR Mangkubumi tersebut, mengaku hal tersebut tidak benar. Dirinya sudah mengkonfirmasi terkait ancaman yang disampaikan tersebut. “Nggak sudah saya tanya tidak (menggunakan narkoba), sudah klir, isulah itu. Percoyo to,” tuturnya.

Meskipun sebelumnya sudah mengetahui tentang adanya upaya pencemaran nama baik menantunya tersebut, HB Ka 10 mengatakan tidak akan menempuh langkah hukum. Gubernur DIJ tersebut beralasan, nantinya justru bisa menjadi masalah. Terlebih Polda DIJ maupun BNN juga sudah membantah informasi tersebut.

Ayah lima putri tersebut membantah jika kabar negatif yang dihembuskan terhadap menantunya, terkait dengan pemilihan wali kota (pilwali) Kota Jogja. Pria dengan nama asli Nieko Messa Yudha, menurut HB Ka 10, sudah menyatakan tidak akan maju sebagai calon wali kota (cawali). Penyebaran informasi Wironegoro, lebih pada upaya pencemaran nama baik. “Ya kami tahulah ada upaya itu,” ujarnya.

Bantahan Wironegoro mau maju Pilwali Jogja juga disampaikan istrinya, GKR Mangkubumi. “Mas Wiro tidak akan nyalon (wali kota),” ujarnya.

Terkait dengan pemberitaan suaminya yang tertangkap karena mengonsumsi narkoba, putri sulung HB Ka 10 tersebut juga membantahnya. Pada malam minggu tersebut, Wironegoro, jelas dia, sudah tertidur karena kecapekan setelah seharian mengecat dan membetulkan talang rumah. “Saya pergi jam tujuh malam dan dia sudah mapan turu (tidur),” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Wironegoro sendiri masih belum mau berkomentar. Sama seperti sebelumnya, Wironegoro hanya membalas melalui layanan WhatsApp. “Sesuai yang saya sampaikan terakhir, maaf saya lebih baik diam dulu njih,” tulisnya. (pra/ila)

Breaking News