ADI DAYA PERDANA/RADAR JOGJA
KENA BATUNYA: Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho menunjukkan barang bukti berupa uang palsu, air soft gun dan pistol korek api yang disita dari Ahmad kemarin (8/4).
MUNGKID – AA alias Ahmad, warga Cangkiran, Mijen, Semarang ditangkap polisi dan kini mendekam di jeruji besi Polres Magelang. Ia ditangkap polisi karena ketahuan memiliki uang palsu (upal) senilai Rp 17, 65 juta.

Selain upal, dari tangan Ahmad, polisi juga menyita buah air soft gun dan dua pistol korek api. Polisi juga menemukan senjata tajam di mobil Toyota Avanza yang dikendarai Ahmad.

Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan, penangkapan itu bermula saat Satuan Lalu Lintas Polres Magelang dan Polsek Borobudur menggelar operasi di Jalan Raya Salaman-Borobudur awal bulan lalu sekitar pukul 15.30. Ketika itu, petugas menghentikan mobil Avanza warna putih dengan nomor polisi H 9452 BW.

Saat memeriksa, petugas menemukan sebilah sabit dan pisau dapur. Saat itu, mobil bersama pengemudinya digelandang menuju Mapolsek Borobudur guna menjalani pemeriksaan intensif. Petugas kemudian menggeledah barang bawaan AA dan menemukan tas hitam berisi upal dan barang lainya. “Berdasar pengakuanya, upal tersebut diperoleh dari Temanggung,” jelas kapolres.

Selain terlibat kasus upal, pelaku juga diduga melakukan tindak pidana lainnya. Hal ini setelah ditemukan lima pelat nomor mobil palsu. Selain itu, dalam menjalankan aksinya pelaku mengaku sebagai dukun.

Ahmad mengaku pernah mencoba mencairkan upal ini ke warung. Namun aksinya gagal karena pemililk warung meminta uang yang lainya. “Penjualnya bilang meminta uang yang lainya. Kemudian saya ambilkan yang asli,” kata Ahmad di Mapolres Magelang.

Pria 35 tahun ini mengaku upal diperoleh dari Temanggung. Upal sebesar Rp 17,65 juta itu terdiri pecahan Rp 100 ribu 54 lembar dan Rp 50 ribu 245 lembar. Selain itu ditemukan pelat nomor, pring petuk, kawat, kuningan menyerupai batangan emas, magnet dan lainnya. Selain itu disita air soft gun dan dua korek api menyerupai pistol.

Ahmad juga mengakui, air soft gun tersebut diperoleh dari temannya anggota Brimob Polda Jateng. Dia tidak mengetahui kalau memiliki tersebut harus mengurus izin surat resmi. “Ini dulu saya beli Rp 1,5 juta,” katanya.

Ia mengatakan, pelaku membeli upal dengan Rp 1 juta dan mendapatkan upal Rp 3 juta. Upal tersebut secara sekilas terlihat kasar. Sementara warnanya agak memudar. Atas perbuatanya, pelaku dijerat UU No 7/ 2011 tentang Mata Uang. Pasal yang diterapkan yakni 36 ayat 2, atau pasal 36 ayat 3 dan atau pasal 245 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara. (ady/din/ong)

Breaking News