SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
DISITA: Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno memperlihatkan barang bukti yang disita dari empat orang pelajar SMA swasta yang diduga akan melakukan tawuran. Barang bukti berupa tiga celurit, sabuk yang dilengkapi gir, pisau komando, dan empat bom molotov.
BANTUL – Empat pelajar SMA swasta yang diduga akan melakukan tawuran ditangkap petugas Polsek Banguntapan, Bantul pada Jumat (8/4) sekitar pukul 04.00 WIB. Keempatnya membawa senjata tajam berupa celurit dan bom Molotov. Di lokasi terpisah, satu anak ditangkap Polsek Tegalrejo, Jogja karena membawa gir motor dan stik besi
Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno mengatakan, keempat pelajar tersebut diamankan saat petugasnya melakukan patroli rutin pada jam-jam rawan. Mereka ditangkap di dua tempat berbeda yakni simpang empat Wiyoro, dan lembah Desa Wirokerten.

“Mendapat informasi anak-anak mau tawuran. Beruntung tidak sampai terjadi, kami koordinasikan juga dengan Polresta Jogja dan Polres Bantul. Lokasi tawuran diduga di Jogja dan wilayah Bantul,” katanya saat ditemui wartawan, kemarin (8/4).

Dia menambahkan, saat itu ada banyak pelajar dari sekolah berbeda. Keempat anak yang diamankan membawa senjata tajam berinisial RVI, NAT, MRH, dan MAK. Semuanya masih duduk kelas 2 SMA swasta di Kota Jogja. “Beda-beda sekolahnya, kami juga masih dalami kelompok-kelompoknya,” ungkapnya.

Dari tangan keempatnya, polisi menyita barang bukti tiga buah celurit, sabuk yang dilengkapi gir, pisau komando, dan empat buah bom molotov. Suharno mengungkapkan, sebenarnya pihak kepolisian menangkap delapan orang. Namun, empat di antaranya berada di Sewon, maka diserahkan ke Polsek Sewon. “Masih didalami motif mereka membawa alat seperti itu,” katanya.

Meski berstatus pelajar, mereka bisa diancam dengan UU Darurat No 12 tahun 1951 pasal 2 ayat 1 dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. Pihak penyidik saat ini baru melakukan pemeriksaan dan akan memanggil kepala sekolah tempat ke empat siswa belajar serta memanggil orang tuanya.

“Proses hukum tetap berjalan, namun kami akan berkoordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan), Dinsos dan Dinas Pendidikan DIJ, serta sekolah masing-masing juga orang tua,” tandasnya.

Sementara itu, Petugas Unit Lantas Polsek Tegalrejo, Jogja berhasil mengamankan seorang pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam jenis gir sepeda motor dan stik besi. Diduga alat tersebut dibawa dengan maksud untuk tawuran dengan pelajar dari sekolah lain.

Dia diamankan saat petugas melaksanakan pelayanan pagi di simpang tiga BPK Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo. Saat diberhentikan, kendaraan tersebut ternyata tidak disertai kelengkapan seperti spion dan knalpot standar. Saat diperiksa tasnya, petugas menemukan senjata tajam yang berbahaya apabila digunakan untuk tawuran.

Selain kedapatan membawa senjata tajam, AH yang mengendarai sepeda motor jenis KLX ternyata tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan seperti SIM C dan STNK sepeda motornya.

“Akhirnya dibawa ke Mapolsek Tegalrejo guna pemeriksaan lebih lanjut terkait sajam yang dibawanya,” terang Kapolsek Tegalrejo Kompol Herlambang kepada wartawan.

Dia menambahkan, jika pihaknya akan segera memanggil pihak sekolah dan orang tua atau wali yang bersangkutan guna menyelesaikan kasusnya. (riz/ila)

Breaking News