GUNAWAN/RADAR JOGJA
KISRUH: Puluhan joki menggelar aksi unjuk rasa di Pokdarwis Dewa Bejo (8/4).
GUNUNGKIDUL – Empat hari menjelang penerapan Perda Pariwisata, antar pengelola Gua Pindul bersitegang, kemarin. Pemicunya, pro dan kontra pendirian lapak di lokasi parkir Hutan Gedong.

Keributan berawal saat pedagang resah dengan informasi penertiban petugas. Kemudian mereka berencana mematok tanah di lahan parkir sebagai ganti lokasi baru berjualan. Warga lain keberatan dan perang mulut.

Kepolisan, Satpol PP dan Kodim 0730 bergerak cepat mengambil alih situasi. Kedua pihak dipisahkan dan diminta meninggalkan lokasi. Petugas lalu melakukan penjagaan.

Tak lama kemudian ribut lagi. Para joki menggeruduk Pokdarwis Dewa Bejo untuk memprotes kebijakan penghapusan joki.

Petugas kembali mengamankan situasi. Joki yang bergerombol dibubarkan. Kaposek Karangmojo Kompol Iriyanto mengimbau semua pihak menahan diri. ‘’Jangan berbuat anarkis,” kata Iriyanto.

Terpisah, Kabid Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbubpar) Gunungkidul Hary Sukmono terus memantau perkembangan terkini di Gua Pindul. “Kami sudah menerima laporan keributan itu,” kata Hary.

Sesuai perda, satu destinasi hanya satu sadar wisata. Selama ini hanya Pokdarwis Dewa Bejo yang ditunjuk sebagai pelaksana dan didalamnya ada Panca Wisata, Wira Wisata dan Tunas Wisata.

“Jadi, kami terus pantau perkembangan terkini untuk menentukan langkah berikutnya. Kami menunggu kebijakan bupati,” kata Hary. (gun/iwa)

Breaking News