Heri Susanto/Radar Jogja
JOGJA – Integritas siswa SMA di Kota Jogja patut diacungi jempol. Setelah tahun lalu siswa SMAN 3 melaporkan ada kebocoran soal ujian nasional (unas), kini ada lagi. Tahun ini siswa SMA negeri melaporkan kebocoran soal ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah dan DIJ.

Laporan siswa itu dilakukan kemarin siang (7/4) di Kantor Perwakilan ORI Jawa Tengah dan DIJ. Siswa yang namanya sengaja tidak dipublikasikan ORI itu melaporkan dirinya menemukan kebocoran soal unas dengan computer base test (CBT) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Siswa ini terketuk untuk melaporkan. Dia mengetahui adanya kebocoran soal dari jejaring sosial line setelah membuka handphone,” ujar Kepala Perwakilan ORI Jawa Tengah dan DIJ Budhi Masturi usai menerima laporan siswa itu kemarin (7/4).

Budhi mengungkapkan, modus kebocoran soal ini hampir sama dengan tahun lalu, yakni melalui internet. Perbedaannya, tahun lalu kebocoran soal dari sebuah blog yang meng-upload soal-soal latihan. Tahun ini, kebocoran soal Bahasa Indonesia ini terjadi dari line.

“Dari capture di line-nya, banyak siswa yang mengakses soal itu. Mereka mengakui soal yang di-upload di line sama seperti yang dikerjakan,” terang Budhi menirukan siswa pelapor.

Kebocoran soal di line bertambah parah karena siswa saat mengerjakan bisa membawa handphone. Ini terlihat dari capture, interaksi siswa membahas soal yang bocor terjadi kala mereka mengerjakan unas.

Waktu saat mengirimkan pesan itu terlihat pukul 8.34 alias jam pertama unas. “Ini yang seharusnya ditertibkan. Baik pengawas, peserta, dan pemantau tidak boleh membawa gadget ke dalam kelas,” katanya.

Temuan kebocoran soal unas Bahasa Indonesia ini, kata Budhi, lebih mengkhawatirkan lagi. Ini karena soal untuk CBT tidak hanya beredar di DIJ. Tapi, seluruh Indonesia juga menggunakan salah satu macam soal Bahasa Indonesia itu.

“Kami akan laporkan ke Dinas Pendidikan. Selain itu, juga kami sampaikan ke ORI Pusat sebagai bahan data untuk mengukur integritas pelaksanaan unas,” tambahnya.

Selain soal Bahasa Indonesia, ORI juga menemukaan dugaan bocoran soal Matematika. Untuk soal Matematika ini, ORI masih mendalami bukti-buktinya. “Kami belum bisa pastikan untuk soal Matematika. Kami masih menunggu email dari siswa yang melaporkan tadi,” lanjutnya. (eri/laz/ong)

Breaking News