SLEMAN – Manajer Tim Solo Marmer Satya Rasa, 54, melaporkan pembalap tim Malioboro City Deny Kurniawan ke polisi. Hal itu setelah Deny diduga memukuli Satya saat acara Kejuaraan Motocross Eksekutif C, di Sirkuit Bendha Indah Desa Gerit Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jateng. Minggu (3/4) pagi kemarin.

Satya mengatakan, kejadian pemukulan bermula saat dirinya sedang mendampingi pembalap Frans Darmawan yang turun di kelas Eksekutif C. Frans saat itu sedang membalap di posisi dua, dan sedang berusaha merebut posisi pertama yang ditempati Kiswandi, rekan setim Deny.

Sedangkan posisi Deny waktu itu sudah overlap, namun berada di depan Frans. Mengetahui Deny sudah overlap, Satya memberikan kode pada Deny untuk memberi jalan pada pembalapnya.

“Saya beri kode dan teriak ke Deny ‘overlap-overlap minggir’, tapi dia malah berusaha nutup lintasan pembalap saya,” katanya kepada Radar Jogja, Selasa (5/4).

Sampai di tikungan, Deny lalu berbalik arah dan mendatangi korban. Ia lalu mengatakan bahwa korban supaya jangan terlalu banyak omong. Selain itu, ia juga berusaha memukul korban, namun korban masih sempat menghindar.

“Setelah itu datang kru Malioboro City dan memukuli saya. Kurang lebih ada 6 orang. Ada yang memukul, menendang, dan ada yang memukul dengan payung mengenai muka bagian kanan,” imbuhnya.

Setelah menghindar dan berusaha lari keluar arena balap, ia mengaku juga sempat ditabrak oleh motor pelaku. Selanjutnya ia melapor ke pihak keamanan lomba dan melakukan visum ke rumah sakit. Ia juga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Cluwak, Pati pada malam harinya.

“Sudah saya laporkan polisi dengan No 07/IV/2016/Jateng/Res.Pt/Sek. Clw dan dikenakan pasal 351 Jo 170 KUHP tentang pengeroyokan. Kita juga sedang minta agar juga mendapat atensi dari Polda Jateng,” jelasnya.

Terpisah, Biro Motocross IMI Pemprov DIJ Arief Budi menyayangkan tindakan yang menciderai sportivitas itu. Ia berencana mengirim surat ke IMI pusat untuk mengajukan permohonan pemberian sangsi pencabutan kartu izin star (KIS) pelaku.

“Minta agar dicabut, sehingga tidak bisa turun di semua perlombaan. Pembalap harus tahu peraturan, kalau menyalahi sportifitas salah satu hukumannya mencabut KISnya,” tandasnya. (riz/dem/ong)

Breaking News